Mengenal Gondok (Goiter) ; Penyakit Endemis di Indonesia

Penyakit Gondok adalah istilah umum untuk pembesaran kelenjar tiroid pada tenggorokan. Kelenjar tiroid yang membesar bisa berupa benjolan biasa yang bersifat setempat hingga terjadi pembengkakan pada kedua sisi kelenjar tiroid. Berat kelenjar tiroid  adalah sekitar 30 gram, berbentuk dasi kupu-kupu. Kelenjar ini berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, mengatur kecepatan metabolisme tubuh dan anak kelenjarnya (paratiroid) berfungsi dalam mengontrol kadar kalsium dalam darah.

PENYEBAB

Banyak penyebab Gondok walau sebagian besar kasus tidak diketahui secara pasti, namun yang paling umum karena kekurangan asupan Yodium dalam makanan sehari-hari. Membesarnya tiroid dapat juga disebabkan pengaruh endemisitas daerah tersebut, genetik, infeksi, peradangan, pubertas,  kehamilan, kejadian autoimun dan penyakit Graves.

EPIDEMIOLOGI

Dilaporkan pada tahun 2009, di Amerika ditemukan kasus Goiter pada sejumlah lebih dari 250.000 pasien. Menurut WHO, Indonesia sendiri merupakan negara yang dikategorikan endemis kejadian goiter. Penyakit ini dominan terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Umumnya 95% kasus Gondok bersifat jinak (benigna), sisanya 5% kasus kemungkinan bersifat ganas (maligna).

GEJALA & TANDA

  • Biasanya Goiter ditemukan tanpa adanya keluhan.
  • Gejalan yang umumnya muncul berupa menurunnya berat badan, cepat letih, berkeringat banyak, tidak tahan panas, kesulitan untuk tidur, mudah gelisah dan bingung, gangguan khas pada mata, terkadang diare, kemandulan, kebotakan dan tremor pada tangan.
  • Keadaan darurat yang dapat mengancam nyawa (menimbulkan kematian) dan membutuhkan pertolongan segera adalah apabila timbul kesuliatan dalam bernafas, jantung berdebar-debar, demam tinggi hingga penurunan kesadaran.
  • Pembesaran kelenjar tiroid ini dapat menghambat pertumbuhan fisik, mengganggu proses pubertas dan perkembangan intelektualitas pada anak-anak dan remaja, hingga mampu mengacaukan pola haid seorang perempuan.

PENANGANAN

  • Rutin memeriksakan kesehatan Anda ke Dokter.
  • Cukupilah makanan ber-Yodium dalam nutrisi sehari-hari, seperti mengkonsumsi garam beryodium.
  • Diet yang bergizi baik.
  • Olahraga yang teratur.
  • Menghindari gaya hidup yang tidak sehat dan beresiko.
  • Menaati nasehat dari Dokter dan  minumlah obat yang diresepkan dengan teratur (anti-tirod dan Yodium radioaktif).
  • Pilihan terapi terakhir adalah operasi jika ada indikasi.

PUSTAKA

  • Current Medical Diagnosis & Treatment Tahun 2009.
  • Kapita Selekta Kedokteran Edisi Ketiga Tahun 2005.
  • Mayo Clinic Family Health Book Edisi 6 Tahun 2009.
  • Beberapa jurnal dan materi kuliah Tiroid & Endokrinology.

********

About these ads

2 Responses

  1. terimakasih mas review nya penting dan mengingatkan saya akan pentingnya masalah gondok dan kekurangan yodium ini dibahas lagi dan dicari lagi apakah sudah teratasi karena makin banyak anak-anak indonesia yg bertubuh kecil dan sulit berkonsentrasi belajar ( mungkin juga karena ada masalah dalam keluarga ya )..
    artikel yg bagus. saya mohon ijin copy ya mas
    salam kenal

  2. tolong di kirimkan info lengkap dan tanaman yg berkasiay untuk obat gondok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,589 other followers

%d bloggers like this: