Love versus Sex

Pacaran Sehat Remaja?!

Pacaran Sehat Remaja?!

Cinta dan Seks
Tanda Tanya Terbesar Remaja

Pengetahuan soal seks yang didapatkan remaja seringkali salah. Tidak jarang, pengetahuan seks itu hanyalah sebatas informasi, bukan pendidikan. Itu terjadi karena mereka tidak mendapatkan pendidikan seks di sekolah atau lembaga formal lainnya. Akibatnya, keingintahuan soal seks didapatkannya dari berbagai media. Berdasarkan survey Kisara tahun 2004 saja, hampir 60 persen remaja anak SMP-SMA, sudah melihat media-media porno, baik itu dari situs internet, VCD, atau buku-buku porno lainnya.

Untuk itu salah satunya adalah orang tua hendaknya memberikan pendidikan soal seks kepada anak-anaknya sejak dini.Orang tua harus menjawab jujur ketika anaknya bertanya soal seks. Jawaban-jawaban yang diberikan hendaknya mudah dimengerti dan sesuai dengan usia si anak. Karena itulah, orang tua dituntut membekali dirinya dengan pengetahuan-pengetahuan tentang seks. Terlebih lagi, di masa pubertas yaitu masa peralihan dari masa anak-anak menjadi remaja. Pada saat itu pula, remaja mulai tertarik kepada lawan jenisnya.

Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak serta penuh keingintahuan dan petualangan akan hal-hal baru sebagai bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Sayangnya, banyak di antara mereka tidak menyadari beberapa pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan. Rasa ingin tahu para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut dari suatu perbuatan. Itu pun terjadi akibat kurangnya kontrol orang tua dan minimnya pendidikan seks dari sekolah atau lembaga formal lainnya. Sementara itu, berbagai informasi seks dari media massa yang tidak sesuai dengan norma-norma yang dianut menyebabkan keputusan-keputusan yang diambil remaja mengenai masalah cinta dan seks begitu kompleks. Akibatnya, menimbulkan gesekan-gesekan dengan orang tua dan lingkungan keluarganya.

Karena itulah, cinta dan seks merupakan tanda Tanya terbesar remaja. Kenikmatan cinta dan seks yang diinformasikan berbagai media mengakibatkan fantasi-fantasi seks berkembang cepat. Jika tidak dibekali dengan nilai moral dan agama, bukan tidak mungkin fantasi-fantasi seks itu disalurkan dan dibuktikan melalui perilaku seks bebas atau hubungan seks pra nikah saat berpacaran. Di sinilah titik rawannya. Dorongan seksual remaja sudah dimulai sejak remaja pubertas. Sementara saat itu, mereka masih bersekolah kemudian kuliah sehingga belum memungkinkan untuk menikah. Akibatnya mereka menyalurkan dorongan seksual yang tinggi dengan melakukan masturbasi/onani atau hubungan seks pra nikah.

Kehamilan remaja, pengguguran kandungan (aborsi), terputusnya sekolah, perkawinan di usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan narkoba merupakan akibat buruk petualangan seksual dan kurangnya pemahaman terhadap cinta dan seks saat remaja. Akibatnya, masa depan remaja yang penuh harapan hancur berantakan karena masalah cinta dan seks. Untuk itulah, pendidikan seks bagi remaja SMP dan SMA sebaiknya diberikan agar mereka sadar bagaimana menjaga organ reproduksinya tetap sehat.

Terlebih lagi hal yang mustahil melarang remaja berinteraksi dengan lawan jenisnya. Proses interaksi yang lebih lanjut biasanya diwujudkan dengan berpacaran. Secara medis, itu merupakan hal yang wajar dan baik bagi perkembangan aspek kematangan emosional remaja itu sendiri. Namun, harus ada rambu-rambu yang dipasang agar tidak terjadi berpacaran yang berlebihan, apalagi sampai melakukan hubungan seksual. Akibatnya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan sehingga memutuskan mengambil jalan pintas dengan melakukan aborsi.

Berdasarkan data BKKBN, kasus aborsi di Indonesia tercatat sebanyak 2,3 juta/tahun. Dari jumlah itu, 15 – 30 persen di antaranya dilakukan remaja. Itulah yang menjadi salah satu faktor penunjang tingginya angka kematian ibu (AKI) di Indonesia. Aborsi ini biasanya dilakukan oleh wanita hamil, baik itu yang sudah atau belum menikah.

Beberapa alasan penyebabnya dilakukan pengguguran kandungan karena tidak ingin memiliki anak sebab khawatir mengganggu sekolah, karier dan tanggung jawab lainnya. Selain itu, karena tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak dan sebagian lainnya karena tidak memiliki ayah. Bahkan, alasan lain yang sering dilontarkan karena mereka masih terlalu muda atau menjadi aib keluarga.

Karena itu agar para remaja berhati-hati dalam berpacaran, terutama remaja putri. “Ingat, sekali wanita kehilangan kegadisannya, seumur hidup ia mungkin akan menderita. Karena masyarakat timur kita masih tetap mengagungkan kesucian,”.

Untuk itu, niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat. Hal itu harus ditunjang pula dengan rasa keimanan. Apalagi, iman merupakan rem paling pakem dalam berpacaran.

Sementara itu, kehamilan pada remaja sering disebabkan ketidaktahuan dan tidak sadarnya remaja terhadap proses kehamilan. Jika hal itu sampai terjadi, hancurlah masa depan remaja. Bukan tidak mungkin, remaja yang terlanjur hamil akan mengalami kesulitan selama kehamilan karena jiwa dan fisiknya belum siap. Jika hal itu terjadi, bukan tidak mungkin jalan pintas yaitu mengaborsi kandungannya akan ditempuh untuk menutupi rasa malu dan aib keluarga. Aborsi ini pun sering dilakukan dengan bantuan tenaga non medis, baik itu dukun atau tenaga tradisional sehingga sering berakhir dengan kematain tragis.

Apalagi, dukun beranak biasanya melakukan aborsi dengan memberi ramuan obat kepada calon ibu atau mengurut perut untuk mengeluarkan janin dalam kandungan secara paksa. Hal ini sangat berbahaya karena pengurutan belum tentu membuahkan hasil yang diinginkan. Bahkan mungkin saja, itu akan membawa cacat bagi janin dan trauma hebat bagi calon ibu. Dengan demikian, tindakan aborsi memiliki risiko yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan seorang wanita, baik fisik atau pun mental.

Kematian mendadak seringkali terjadi setelah aborsi dilakukan, baik itu karena pendarahan hebat atau pun kegagalan pembiusan. Kematian secara lambat pun dapat terjadi akibat infeksi serius di sekitar kandungan. Selain itu, aborsi bisa menyebabkan rahim robek, kerusakan leher rahim, kanker leher rahim, kelainan pada plasenta (ari-ari) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya, pendarahan hebat pada kehamilan berikutnya, menjadi mandul, infeksi rongga panggul, dan infeksi pada lapisan rahim. Artinya, aborsi bukan saja memiliki risiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan secara fisik, tapi juga memiliki dampak yang hebat terhadap mental seorang wanita. Selain itu wanita yang melakukan aborsi akan dipenuhi perasaan bersalah yang tidak hilang selama bertahun-tahun dalam hidupnya.

Karena itulah, pendidikan seks yang benar dan disesuaikan dengan kondisi masyarakat kita dapat mengurangi konflik dan mitos-mitos salah yang selama ini berkembang di masyarakat. Tentunya, setelah mengetahui kesehatan reproduksi dan risiko-risiko serta konsekuensi yang harus ditanggung jika melakukan hubungan seks di luar nikah, itu akan membuat remaja dan anak-anak kita lebih berhati-hati dan menjaga dirinya, termasuk ketika memutuskan untuk berpacaran. Pendidikan itu diharapkan mampu meningkatkan kemampuan intelektualisas seseorang.

3 Responses

  1. sex bebas memang saatnya diperangi….
    salam kenal…
    sehat selalu

  2. Ok thx atas komentar nya!salam kenal juga Mas/Mbak?

  3. Memang seharusnya bangsa kita tidak menganggap sex sebagai hal yang tabu…….lebih baik memberi pelajaran sex (kespro) yang benar dari pada anak2 muda/dibawah umur mengenal sex dengan cara yang salah…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: