Kepemimpinan Pemuda ; Pembuat Suara Perubahan

Suara Remaja Peduli Hari AIDS Sedunia, 1 Desember 2008

“KEPEMIMPINAN MUDA ; Pembuat Perubahan”

(Dr. IGN Pramesemara, SKed – Kisara Youth Clinic ‘9105250)


Remaja VS NAZA+IMS+HIV/AIDS

Remaja VS NAZA + IMS & HIV/AIDS

Sekilas ingin mengingatkan kembali bahwa epidemi HIV dan AIDS di Indonesia telah berlangsung lebih dari 20 tahun lamanya. Namun penyebarannya hingga kini masih belum dapat di hentikan dan di perkirakan mungkin wabahnya akan terus berlangsung lama sampai waktu yang belum kita ketahui. Sekarang pun HIV/AIDS telah menjadi permasalahan global bagi masyarakat dunia, karena dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia secara siknifikan, menyebabkan kematian penduduk usia muda yang produktif dimana lambat laun akan mengancam ekonomi dan penbangunan nasional. Coba kita bayangkan apabila kelak banyak orang yang terinfeksi HIV, apa yang terjadi pada masa depan bangsa kita kelak?

Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) sebenamya sangat sulit untuk di ukur populasinya. Namun berdasarkan survey yang telah dilakukan, diprediksi bahwa orang yang hidup dengan HIV dan AIDS di dunia lebih dari 40 juta jiwa. Berdasarkan data resmi dari Departemen Kesehatan RI secara kumulatif jumlah ODHA tercatat sebanyak 18.963 kasus dan di Bali khususnya telah mencapai 4.041 orang pada tahun 2007. Sebanyak 1.348 (33,4%) manusia tertular melalui penyalahgunaan jarum suntik yang digunakan secara bergantian (penasun) dan 2.693 (66,6%) orang lainnya tertular melalui hubungan seksual yang beresiko. Menurut perkiraan UNAIDS di bumi ini setiap hari terdapat lebih dari 5.000 orang pengidap baru HIV/AIDS yang dominan berasal dari mereka yang berusia 10-24 tahun atau bias kita kategorikan remaja.

Ingatlah angka-angka tersebut bukanlah sebuah prestasi yang patut dibanggakan, tetapi hendaknya dijadikan acuan awal untuk selalu berempati dan segera memulai melakukan pergerakan mencegah penularannya. Jumlah itu akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya pengunaan NAPZA suntik yang mayoritas digunakan kalangan remaja, akibat semakin maraknya hubungan seksual bebas yang berganti-ganti pasangan dan juga jika tidak ada upaya kongkrit untuk mencegahnya.

Rokok, Musuh Remaja Juga!

Rokok, Musuh Remaja Juga!

Masalah HIV dan AIDS merupakan ancaman serius bagi kemanusiaan, karena itu harus kita tangani dengan baik secara komprehensif”

(Ir.Aburizal Bakrie-MenkoKesra/Ketua KPA Nasional)

Setiap tanggal 1 Desember dengan seuntas pita merah kita memperingatinya sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS) sebagai wujud kepedulian kita terhadap permasalahan HIV dan AIDS. HAS tahun ini masih mengambil tema “Kepemimpinan”, dengan sub tema khusus di Indonesia “Yang Muda Yang Membuat Perubahan”. Hal ini dikarenakan kalangan muda yang sudah banyak yang terinfeksi HIV/AIDS, maka dari itu wajib kita mengusung sub tema itu agar generasi muda lebih peduli terhadap permasalahan ini.

Kembali di tahun 2008, sesuai dengan tema, melihat kecenderungan bom AIDS menyerang kaum muda dan didasari oleh semangat untuk mencegah penyebarluasan virus HIV, maka menjadi sangat urgent bagi semuanya untuk mendorong kepemimpinan pemuda khususnya dalam upaya pencegahan penularan HIV. Pemuda harus diikutsertakan untuk mengambil peran, bertanggung-jawab dan menjadi solusi atas masalah yang menimpa generasinya.

Jika kita berbalik kebelakang sebentar, maka sejarah pun sudah mendukung keberadaan dan mengharapkan eksistensi para remaja saat ini untuk menjadi pelopor dan pemimpin perjuangan melawan bahaya HIV/AIDS. Karena mereka (pemuda-pemudi) lahir ke dunia ini bersamaan dengan era mulainya epidemi HIV/AIDS, yaitu diawal tahun 1980-an atau bila merujuk Indonesia, maka cerita HIV/AIDS bermula dari tanah pulau dewata, Bali sekitar bulan september 1987. Selayaknyalah perilaku kehidupan remaja saat ini akan memberi pengaruh yang besar bagi perubahan kehidupan masyarakat kea rah yang baik pula, sebaliknya kehidupan pemuda yang rusak akan berakibat merusak tatanan sosial masyarakat umum ke depannya.

Di sisi lain, tujuan dari peringatan HAS selama ini adalah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kesadarannya akan bahaya HIV dan AIDS, karena masih banyak orang yang tidak peduli akan hal ini. Maka akhirnya kita menghimbau kepada kalangan masyarakat, pemuda-pemudi, instansi pemerintahan, sekolah, swasta, serta ODHA, dan PS (pekerja seks) sebagai populasi kunci dalam penyebaran virus HIV untuk sadar akan adanya bahaya yang diam-diam mengancam kehidupan mereka dan sudah pasti meneror keberlangsungan bangsa kita, yaitu HIV/AIDS.

Oleh sebab itu, mari semua bersatu-padu mengaktualisasikan slogan : Stop AIDS ; Bertanggung jawab, Cinta-Kasih dan Kesetiaan. Slogan kampanye ini dimaksudkan agar setiap manusia Indonesia, sudah pasti termasuk para pemuda agar menanam rasa kepedulian yang tinggi dalam penanggulangan HIV/AIDS. Kesempatan ini jangan hanya sekedar dijadikan kegiatan seremonial semata, tetapi betul-betul kita jadikan sebagai pemacu bagi optimalisasi upaya penyelamatan kelangsungan hidup bangsa dan keberadaan Negara kita tercinta, Indonesia.

Tunjukkan kepedulianmu, mari gunakan pita merah!

Tunjukkan kepedulianmu, mari gunakan pita merah!

“Remaja dan semuanya, mari bersama-sama menanggulangi HIV dan AIDS, untuk kehidupan yang lebih baik” (Ibu Ani SBY-Ibu Negara)

Regards to My Bro “Anton” (Nanang Hartoyo-261 K154124) Thx 4 the sources

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: