KISARA : Upaya Kongkrit Dari, Oleh Dan Untuk Remaja

“Pusat Pelayanan Informasi, Konseling Dan Kesehatan Remaja”

(Dr.IGN Pramesemara,SKed ; Relawan KISARA since November 2002)

KIta SAyang RemajA 430200

KIta SAyang RemajA 430200

KISARA………Apaan Sich?

Hampir sebagian besar remaja atau bagi orang-orang yang peduli remaja di Bali pastilah sangat mengenal satu kata ini, “KISARA”. Bukan merek suatu makanan, judul sebuah lagu apalagi nama stasiun radio ataupun group band!. Begitulah beberapa respon tidak tepat yang didapatkan ketika Penulis bertugas di lapangan sebari iseng bertanya ke remaja atau masyarakat Bali tentang apa arti kata KISARA.

KISARA adalah sebuah akronim yang berasal dari kalimat “KIta SAyang RemajA” (We Love Youth), merupakan organisasi non-pemerintah atau lebih dikenal dengan istilah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berada dibawah naungan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bali. “Bergerak sejak didirikan pada 14 Mei 1994 di Pulau Dewata sebagai salah satu wadah penampung rasa kepedulian dan hasrat para remaja untuk selalu beraktivitas yang positif”, seperti yang disampaikan Bapak Ketut Sukanata salah seorang relawan veteran KISARA dan sekarang ini menjabat Direktur Pelaksana PKBI Daerah Bali.

Kenapa KISARA begitu gencar memperjuangkan para remaja? Hal ini diakibatkan semakin maraknya permasalahan remaja yang muncul di Indonesia. Dari yang awalnya dahulu berkaitan dengan isu kenakalan remaja seperti tawuran, minuman keras sampai dengan problem aktivitas seksual, kekerasan seksual, hubungan seksual pra nikah (HSPN), free sex yang tidak bertanggung jawab, kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), aborsi pada remaja, penikahan dini, penyalahgunaan napza (narkotika, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya), dan sebagainya. Bahkan hingga yang sekarang ini lagi menghebohkan, yaitu adanya kasus penularan infeksi menular seksual (IMS) dan HIV/AIDS ditemukan fakta kaum remajalah (15-29 tahun) pengidap terbesar penyakit-penyakit itu (Depkes, 2007).

Semua personel yang mengisi denyut kehidupan kegiatan KISARA selama ini dikenal sebagai para Relawan (261 = Re-La-One*, *dibaca dengan tutur kata bahasa Inggris). Anggota terbanyak berasal dari kaum pemuda-pemudi dalam rentang umum remaja 10-24 tahun sesuai esensi pengertian Remaja menurut KISARA. Namun KISARA sendiri tidak pernah menutupi kesempatan anak-anak ataupun golongan dewasa dan para orang tua yang peduli KISARA untuk terlibat dalam menyukseskan berbagai program kerja maupun perencanaan kegiatan.

Sejarah Gedung Hijau, Rumah Remaja Bali!430200

Menurut penuturan Pak Ketut Sukanata atau yang cukup akrab disapa Pak Tut mengenai sejarah KISARA bahwa embrio KISARA sebenarnya diawali sejak terbentuknya kelompok remaja bernama Gerakan Remaja Bertanggung Jawab (GRBJ) hasil dari suatu pelatihan remaja mengenai “Isu Kenakalan Remaja” kerjasama antara BKKBN (Badan Kordinasi Keluarga Berencana Nasional) dengan PKBI yang diadakan pada tahun 1989. Kemudian sejalan dengan waktu dimana ketika itu sarana prasarana dan media komunikasi-informasi-edukasi (KIE) masih sangat terbatas, maka kegiatan GRBJ pun langsung terkena imbasnya dengan menjadi kurang bergairah dan bersifat pasif hanya menunggu undangan.

Lambat laun setelah melewati beberapa kali pergantian program manajer dan usaha keras manajemen mencari lembaga pendonor, program GRBJ pun lebih didorong lagi kemandiriannya untuk melakukan aksi aktif dalam advokasi remaja. Dalam perkembangannya dimulailah pelaksanaan rutin diskusi remaja sabtu-minggu bertempat di kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Badung di Lumintang.

“Pertama kali hanya terbatas melibatkan beberapa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK UNUD) dengan alasan isu-isu yang dibahas masih dalam ruang lingkup dunia kesehatan”. “Secara bertahap dibawah kepemimpinan Saya, maka mulailah melibatkan seluruh elemen remaja di Bali baik mahasiswa dari fakultas lain juga tak lupa siswa-siswi SMA-SMP”, begitulah yang disampaikan Pak Tut yang sebetulnya juga bukan berasal dari kalangan medis, tetapi bergelar SH (Sarjana Hukum).

Masih berdasarkan keterangan Bapak yang memiliki hobi berorganisasi dan berkesenian ini bahwa diawal tahun 1994, sejumlah pengurus PKBI Bali sedang giat-giatnya mengadakan meeting dengan tujuan merealisasikan pendirian suatu pusat program remaja. Pada akhirnya tepat pada tanggal 14 Mei 1994 lahirlah organisasi remaja bernama KISARA (Kita SAyang RemajA) atas usul dari Profesor Wimpie Pangkahila, seorang guru besar FK UNUD dan ahli andrologi dan seksologi dan termasuk dalam dewan penasehat PKBI Bali. Konon ilham nama KISARA berasal dari plesetan lagu “Qsera…sera” yang ketika itu sangat digemari oleh Prof Wimpie.

Dari sinilah start perjalanan panjang perjuangan KISARA untuk remaja Bali dimulai. Dari penuturan Dokter Oka Negara yang juga merupakan salah satu relawan KISARA senior dan mantan kordinator KISARA bahwa selanjutnya program dibuat beranekaragam dalam beberapa divisi, kesemuanya demi mengakomodir visi guna membentuk remaja yang bertanggung jawab melalui pendekatan sebaya, dari, oleh, dan untuk remaja.

Demi mencapai visi tersebut, maka ditetapkan pula misi sebagai pusat pelayanan KIE dan konseling oleh para relawan KISARA dengan melakukan berbagai aktivitas pemberian informasi yang dikemas dengan gaya meremaja di gedung hijau KISARA, rumah remaja Bali yang bertempat di Jalan Gatot Subroto IV nomor 6, Gedung PKBI lantai 3, Denpasar. Saat ini KISARA juga mulai berusaha mengambil peran sebagai pusat akses layanan kesehatan berbasis remaja yang ditandai dibukanya Kisara Youth Clinic (KYC) 9105250.

KISARA since 14051994

KISARA since 14051994

Jejak Langkah Kepedulian KISARA Terhadap Epidemi HIV/AIDS

Selain KISARA terkenal dengan aksi “Green Ribbon”, pita hijaunya sebagai bentuk dukungan terhadap remaja dengan berbagai permasalahannya. Selama ini KISARA juga telah gencar untuk bergerilya” menyerukan suara perjuangan dan upaya mengadvokasi pencegahan penularan HIV/AIDS, dan berempati terhadap ODHA (Orang yang hidup dengan HIV/AIDS) terutama yang tergolong ODHA remaja. Aksi tersebut ditandai dengan penggunaan pita merah, “Red Ribbon”.

Di awal tahun 1990, ketika itu wacana epidemi HIV/AIDS masih sangat terbatas. Dari cerita-cerita yang dituturkan Pak Tut kalau KISARA sudah sejak awal bereaksi mengkampanyekan bahaya dari bom HIV/AIDS kepada remaja dan masyarakat Bali pada umumnya. “Aksi diawali dengan membentuk DIAN KISARA, suatu unit kegiatan relawan KISARA sebagai wadah perjuangan remaja melawan wabah HIV/AIDS”, Kata Pak Tut. “DIAN berarti cahaya atau sinar, dan kelompok ini setelah relawan KISARA mengikuti seminar HIV/AIDS yang dibawakan oleh Profesor Tuti Parwati ketika itu”. Perlu diketahui bahwa Profesor Tuti yang berprofesi sebagai guru besar ilmu penyakit dalam FK UNUD di sub bagian infeksi tropi adalah penemu kasus HIV/AIDS pertama di Indonesia. Melalui DIAN KISARA inilah jejak langkah pertama kepedulian KISARA terhadap epidemi HIV/AIDS.

Semangat diatas hingga saat ini masih dikobarkan di jiwa relawan-relawan KISARA. Di segala kesempatan pastilah digunakan untuk selalu menginformasikan bahaya HIV/AIDS. Setiap tanggal 1 Desember sebagai momen World AIDS Day (Hari AIDS Sedunia), KISARA selalu melakukan aksi kongkrit dalam rangka menepati janjinya untuk berupaya menghentikan penyebaran HIV/AIDS dan memberikan dukungan bagi remaja korban HIV/AIDS.

Akhirnya, KISARA mengharapkan kepedulian seluruh masyarakat untuk berjuang bersama membebaskan 70 juta remaja Indonesia dari berbagai permasalahannya. Merekalah masa depan bangsa ini, jangan hanya menyalahkan mereka tetapi seharusnya selalu memberi dukungan kepada mereka. Ayo, tunjukkan dukunganmu terhadap Remaja, jadilah Sahabat KISARA!(Regards-…PRAM)

KISARA VS HIV/AIDS

KISARA VS HIV/AIDS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: