“Realita Dan Dilema Seorang Remaja”

Press Release Workshop IYC-Kisara (16 Pebruari 2009)

Problematika Masa Remaja

Masa Muda Remaja, Masa Penuh Perubahan

Masa Muda Remaja, Masa Penuh Perubahan

Belum lama mungkin kita semua terperangah mendengar pemberitaan yang cukup menghebohkan di media massa mengangkat realita yang dialami oleh remaja-remaja di Bali. Kekagetan itu dimulai dari kasus pengguguran kandungan yang dilakukan sendiri oleh seorang remaja putri di dalam kamar mandi di salah satu sekolah menengah atas di pulau dewata ini. Ketika diskusi perihal tersebut masih hangat di telinga, kembali muncul peristiwa dimana seorang remaja putri kedapatan melakukan persalinan atau melahirkan bayinya di dalam sebuah “bemo” yang dikendarai oleh Bapaknya sendiri, tepat berada di halaman depan Instalasi Rawat Darurat Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah. Kedua kasus ini dilatar belakangi alasan bahwa kehamilan mereka tidak diinginkan (KTD).

Tidak berhenti sampai disana, dalam rentang yang masih berdekatan dan kedua kasus tadi belum dilupakan khalayak, terdengar kabar seorang remaja putra yang putus sekolah telah melakukan tindakan pelecehan seksual hingga pemerkosaan terhadap lebih dari delapan orang remaja putri di Tabanan. Yang mencengangkan, remaja putra itu mengakui bahwa dirinya sudah terbiasa dan sering memaksa melakukan hubungan seksual kepada semua remaja putri yang dipacarinya dengan alasan ingin merasakan keperawanan dari siswi-siswi SMA-SMP tersebut. Kabar berita terakhir mengatakan ada seseorang remaja putri yang menjadi korbannya, telah mengandung (hamil) tujuh bulan. Tidak mengherankan, ketiga fakta di atas ini ramai dibicarakan oleh masyarakat bahkan dibahas oleh berbagai komunitas intelektual yang peduli.

Ada apa dengan remaja? Mengapa permasalahan tersebut bisa terjadi pada remaja? Siapa yang harus bertanggung jawab? Solusinya? Akankah segera teratasi? .

KISARA (Kita SAyang RemAja) selaku salah satu lembaga swadaya masyarakat di Bali yang sangat peduli terhadap remaja juga menemukan beberapa fenomena. Dari data konseling yang masuk ke Kisara via hotline 430200 selama tahun 2008 secara umum didominasi oleh kasus pacaran (60%) dan topic seksulitas remaja (25%). Perlu ditambahkan dari salah satu unit kegiatan Kisara terbaru, yakni Kisara Youth Clinic (KYC 9105250) telah berhasil melakukan konseling kepada 212 orang remaja dengan KTD dari periode 1 September hingga 31 desember 2008. Dan dalam suatu survey kuantitatif sederhana yang dilaksanakan oleh KISARA pada tahun 2007 memperoleh fakta bahwa sekitar 155 orang (11%) dari 1412 remaja SMA/SMK di enam wilayah kota/kabupaten di Bali telah memiliki pengalaman melakukan aktifitas seksual aktif.

Remaja : Terjebak Diantara Motif Dan Adaptasi

Love or Sex?

Love or Sex?

Kenyataan diatas merupakan sebagian dari berbagai permasalahan yang dialami remaja. Masih banyak fakta lain yang terjadi seputar remaja, misalnya Hubungan Seksual Pra Nikah (HSPN), aborsi yang tidak aman (Unsaved Abortion), hubungan seksual yang bebas dan tidak bertanggung jawab, penyalahgunaan narkotika dan alkohol, merokok, penularan Infeksi Menular Seksual (IMS) dan HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus dan Aquired Immunodeficiency Syndrome), hingga kasus pernikahan dini (menikah diusia muda). Namun, berbagai kenyataan tersebut masih dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak yang sepatutnya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan hak-hak dan meng-edukasi para remaja. Layaknya sebuah angin yang berlalu, dibiarkan hilang begitu saja tanpa ada suatu solusi kongkrit pun guna mencegahnya.

Masa remaja, rentang usia berkisar 10 sampai 24 tahun (Kisara, 1994) adalah suatu fase peralihan dari masa kanak-kanak (dependent) menuju masa dewasa (independent) dan normal terjadi pada kehidupan manusia. Dalam periode tersebut seorang remaja akan banyak sekali mengalami perkembangan dan pertumbuhan dalam mencari identitas dan jati dirinya. Berbagai perubahan akan muncul baik dari sisi psikologis (mental), fisik (pubertas) dan sosial lingkungan. Karena itu, hendaknya seorang remaja haruslah dikelola dengan bijaksana.

Problematika kaum remaja merupakan kumpulan rangkaian permasalahan yang akan dihadapi seorang remaja dalam proses menuju pendewasaannya. Hal ini dapat terjadi sehubungan dengan adanya perbedaan kebutuhan (motif) dan aktualisasi dari kemampuan penyesuaian diri (adaptasi) remaja itu sendiri terhadap lingkungan tempat hidupnya dan tumbuh berkembang sebagai seorang pribadi manusia dan makhluk sosial. Ingatlah bahwa remaja bukanlah seorang anak kecil lagi, walaupun mereka belum cukup matang untuk memikul beban sebagai orang dewasa. Remaja adalah aset utama apabila ingin melihat bangsa ini gemilang dimasa depan nanti.

Mari Mengungkap Remaja Beserta Realitanya!

Perjuangan Kita Yang Sayang Remaja

Perjuangan Kita Yang Sayang Remaja

Melihat berbagai realitas remaja, sejenak Kami (KISARA) mulai berpikir kreatif untuk segera melakukan suatu aksi advokasi bagi remaja. Didasari eksistensi KISARA yang telah berkiprah sejak 14 Maret 1994 dan mungkin telah menjadi penyedia ruang jawaban bagi beberapa pertanyaan mengenai remaja diatas tadi, maka Kami pun berinisiatif melaksanakan sebuah Workshop Media yang mengangkat tema “Remaja Dan Realitanya”. Even kali ini memiliki tujuan sederhana, yaitu ingin merealisasikan visi KISARA untuk “mewujudkan remaja yang sehat dan bertanggung jawab”.

Disamping itu, esensi acara kali ini juga ingin mengungkap beberapa fakta remaja yang sempat dirangkum oleh KISARA selama ini. Dengan harapan agar angka ataupun data yang kami sampaikan tersebut dapat menjadi bahan advokasi terutama demi menyuarakan hak-hak remaja dan kepentingan untuk memberikan pemahaman konsep ABCDE kepada remaja. Jangan hanya menjadikan remaja sebagai obyek berita semata, namun cobalah menengok dari sisi yang berbeda bahwa remaja kita ternyata sangat membutuhkan penuntun yang benar dan tepat. Pada akhirnya, marilah berpartisipasi dalam kegiatan Workshop Media sehari KISARA, tunjukkan kepedulianmu terhadap rekan remaja, mereka sang penentu gemilangnya masa depan bangsa dan negara Indonesia.

Matur Suksema, God Bless Us, Join Kisara’s Workshop 16 Feb 2009

5 Responses

  1. good…

  2. @ armhy ; matur suksema (terimakasih-in balinese)

  3. nicee

  4. […] “Realita Dan Dilema Seorang Remaja” […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: