“Mari Berjuang Melawan Penyalahgunaan Narkoba”

Memaknai Hari Anti Narkoba Internasional ~ (HANI-260609)

Logo HANI 2009

Logo HANI 2009

Beberapa waktu yang lalu mungkin kita bersama terkejut oleh pernyataan sejumlah media baik cetak maupun elektronik yang menyoroti maraknya peredaran narkoba dikalangan pelajar, mahasiswa hingga para pekerja. Berbagai investigasi media tersebut mengungkapkan bahwa peredaran narkoba dikalangan pelajar Indonesia sudah masuk pada taraf ancaman yang mengkhawatirkan. Para pelajar yang masih tercatat sebagai siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP),  Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun mahasiswa Perguruan Tinggi (PT) itu, ternyata kedapatan memiliki dan menyimpan berbagai jenis bahan-bahan psikotropika yang terungkap setelah diadakan razia mendadak kesekolah dan kampus, seperti ekstasi, shabu-shabu dan lainnya.

Secara khusus di Bali yang sedari dulu kita kenal sebagai daerah utama tujuan wisata Indonesia juga tidak luput dari peredaran gelap narkotika yang secara langsung memunculkan berbagai kriminalitas di pulau dewata. Fenomena pengaruh buruk narkoba terjadi tanpa pandang bulu, hingga memunculkan idiom “narkotika sudah menyerap hingga sumsum tulang orang Bali”. Contoh kasus di Tabanan, polisi berhasil menangkap beberapa remaja (pemuda) yang kebetulan semuanya berprofesi sebagai petani kedapatan menggunakan putauw dan beberapa jenis suntikan narkotika lainnya. Kebiasaan ini mereka akui sudah cukup lama dan rutin dilakukan biasanya pasca penjualan hasil panen.

Menurut laporan yang pernah dirilis oleh Kompas pada 5 Februari 2001 bahwa dari sekitar dua juta pecandu narkoba dan obat-obat berbahaya di Indonesia, dipastikan lebih dari 90% pecandu narkoba adalah generasi muda dimana didalamnya termasuk 25.000 mahasiswa. Selanjutnya ketika diinterogasi lebih lanjut, beberapa diantara para remaja yang menurut KISARA tergolong berusia 10-24 tahun, mengaku telah menjadi pemakai barang-barang haram tersebut sejak beberapa tahun sebelumnya. Bahkan ada diantara mereka yang sudah lama menjadi pengedar. Kondisi yang mengkhawatirkan ini tentu menjadi preseden buruk bagi masa depan bangsa, lebih khususnya lagi turut menodai citra dunia pendidikan di Indonesia.

Mencermati berbagai kenyataan miris, seperti mulai maraknya peredaran narkoba khususnya dikalangan pelajar dan mahasiswa padahal notabene merupakan golongan kaum intelektual, pastilah mengguratkan sejumlah tanya besar dibenak kita semua. Sedemikian hebatnya pengaruh narkoba dalam hidup ini?. Oleh sebab itu, sepatutnya narkoba ditetapkan sebagai salah satu ancaman serius bagi dunia kesehatan terutama generasi muda. Apabila tidak segera ditangani secara serius, “Bom Waktu” tersebut akan siap meledak kapan saja untuk menghancurkan bangsa ini

Seiring dengan fenomena itu, segera diperlukan usaha-usaha kongkret bersama dengan melibatkan kerjasama generasi muda, orang tua, kaum pendidik dan pemerintah. Salah satu upaya yang sedang gencar dilaksanakan adalah memberdayakan potensi masyarakat dalam berbagai bidang untuk terlibat secara aktif dalam “Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba”  (P4GN) yang bergerak dibawah komando Badan Narkotika Nasional (BNN).  Sebagaimana juga dilaksanakan oleh bangsa-bangsa lain di dunia bahwa strategi P4GN bertumpu pada empat sasaran utama, yaitu sekolah (institusi pendidikan), tempat kerja (pelaku bisnis), masyarakat (LSM), dan media untuk bahu-membahu memerangi penyalahgunaan narkotika.

Setiap tanggal 26 Juni, seluruh bangsa-bangsa di dunia telah sepakat bersama-sama memperingati “International Day Againts Drug Abuse And Illicit Trafficking” atau oleh bangsa Indonesia disebut sebagai “Hari Anti Narkoba Internasional” (HANI).  Bukan acara peringatan yang hanya bersifat serimonial saja, tetapi diharapkan menjadi sebuah momentum yang memiliki latar belakang historis dan filosofi sosial dalam perjuangan melawan narkoba. Dikarenakan seluruh bangsa di dunia merasa sangat prihatin dan bertekad memerangi “Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba” yang semakin hari menelan korban semakin banyak hingga hampir menguburkan masa depan semua bangsa dan negara.

Berbagai fakta negatif dari narkoba diatas menunjukkan krusialisme dari segi kualitas maupun kuantitas yang menginspirasikan tema peringatan HANI untuk rentang tahun 2007-2009 ini, yaitu  “Do Drugs Control Your Life? Your Community? No Place For Drugs” yang telah disebarluaskan oleh UNODC (United Nations Office on Drugs And Crime), salah satu organisasi PBB dibawah kordinasi WHO yang khusus menangani permasalahan Narkoba. Sedangkan di Indonesia sendiri tema tersebut diadopsi menjadi “Indonesia Bersih Narkoba” atau dapat disingkat dengan “Indonesia Bersinar”. Tema ini selaras dengan visi Badan Narkotika Nasional untuk membersihkan negeri ini dari bahaya narkoba pada tahun 2015. Hal ini disosialisasikan secara luas agar masyarakat Indonesia lebih meningkatkan pengendalian diri, lingkungan dan masyarakat.

hani2009

Akhirnya, kita semua harus menciptakan rasa peduli untuk ikut mengobarkan tekad dan komitmen bersama guna memerangi penyalahgunaan narkoba dan peredaran gelapnya dilingkungan masyarakat, sehingga misi meningkatkan kesadaran dapat dicapai dan mampu meminimalisir jatuhnya korban–korban tidak berdosa akibat penyalahgunaan Narkoba.

Mari Teruskan Perperangan Membasmi Narkotika Kawan!…

Read Also http://www.unodc.org/unodc/en/about-unodc/26-June.html


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: