Imunitas Infeksi : Daya Proteksi Tubuh Dari Serangan Mikroorganisme Dan Virus

Baik infeksi bakteri dan virus,  keduanya dapat menyebabkan gejala, seperti malaise, demam, dan menggigil. Hal ini bisa menjadi kesulitan bahkan bagi seorang dokter untuk membedakan penyebab dari kasus infeksi tertentu. Sangat penting untuk membedakan, karena infeksi virus tidak dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotika secara oral dan umumnya terjadi dalam durasi yang cepat.

Infeksi Mikroorganisme (Kuman atau Bakteri)

Beberapa jenis kuman, seperti kuman tuberkulosis (TB), lepra (morbus hansen), listeria dan brusela dapat hidup terus serta melanjutkan pertumbuhannya di dalam sitoplasma makrofag setelah mereka difagositosis. Induksi respons kekebalan spesifik sekunder terhadap sejenis mikroba dapat merangsang tubuh untuk serentak memberikan kekebalan nonspesifik pada mikroba lain yang mempunyai sifat pertumbuhan yang sama.

Kedua jenis kekebalan baik spesifik maupun nonspesifik (misalnya kekebalan terhadap infeksi tuberkulosis dan listeria) dapat dipindahkan pada resipien yang normal dengan perantaraan limfosit, bukan makrofag atau serum dari tubuh yang kebal. Inilah penjelasan yang menandakan bahwa kekebalan spesifik ditimbulkan oleh Limfosit-T.

Telah dibuktikan bahwa kekebalan seluler yang penting untuk proteksi terhadap kuman kusta dikarenakan infeksi lepra mempunyai berbagai bentuk pada stadium yang berbeda. Dari bentuk tuberkuloid yang jarang ditemukan dan sehubungan dengan aktifitas sistem limfosit T yang berubah bentuk dan disertai respons hipersensitifitas tipe lambat pada kulit. Hingga bentuk lepron dengan ciri kuman dalam jumlah besar terdapat dalam makrofag dan aktifitas limfosit T yang rendah sekali dan daerah parakorteks dalam kelenjar getah bening hampir tidak mengandung limfosit, namun sel plasma terdapat dalam jumlah yang cukup besar yang menghasilkan antibodi humoral dengan titer tinggi. Kekebalan tubuh non spesifik terhadap kuman intraseluler dapat juga dirangsang dengan setiap reaksi alergi seluler.

Infeksi Virus

Anak dengan defisiensi kekebalan primer yag berhubungan dengan sistem limfosit T akan sukar untuk mengatasi infeksi virus tertentu, sedangkan pada anak dengan defisiensi imunoglobulin tetapi mekanisme kekebalan seluler tidak terganggu sebaliknya akan tidak mengalami kesukaran ini.

Belum jelas betul mekanisme kekebalan seluler dalam mengatasi infeksi virus, tetapi didalamnya termasuk peranan makrofag yang menjadi aktif oleh limfokin hasil induksi antigen terhadap limfosit T. Interaksi antara sel-t dengan antigen menghasilkan faktor kemotaktik yang menarik makrofag ketempat terjadinya infeksi, MAF (macrophage activating factor) yang mengaktifkan makrofag, serta interferon.

Makrofag dapat memfagositosis dan membunuh virus tertentu, setidak-tidaknya menghambat penyebaran dari satu sel ke sel lainnya. Lagi pula virus yang sensitif terhadap kekebalan seluler dapat menimbulkan antigen baru pada permukaan sel yang mengalami infeksi, sehingga dapat diharapkan sel tersebut akan dihancurkan oleh sel-T yang telah mengalami sterilisasi sebagaimana halya terhadap penolakan transplantasi jaringan asing.

********

One Response

  1. Kalau tubuh lagi lemah, infeksi ringan jadi masalah luar biasa …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: