“Ketika Remaja Membicarakan Cinta”

Rumpi Remaja Sehat V – Bangli

Bagi sebagian besar orang, ada suatu yang spesial dirayakan di bulan ini, yaitu hari Valentine yang jatuh di setiap tanggal 14 Pebruari. Hari yang identik sebagai hari kasih sayang ini sebenarnya merupakan budaya yang berasal dari luar negeri, dalam perkembangannya mulai ikut dirayakan juga oleh masyarakat Kita di Indonesia dan khususnya populer di mata remaja. Bentuk perayaannya pun bermacam-macam, tidak terbatas hanya dengan saling berbagi cinta dengan pasangan masing-masing ataupun orang tua, namun ada juga dengan membantu orang-orang yang kurang beruntung secara materi, mengunjungi panti atau mereka yang membutuhkan kasih sayang dari sesama manusia.

Namun masa remaja yang notabene suatu masa peralihan dalam kehidupan manusia dengan rentang usia dari 10 hingga 24 tahun merupakan fase yang belum stabil dan masih dalam usaha pencarian jati diri. Sehingga tidak mengherankan apabila kemudian banyak muncul isu-isu permasalahan remaja yang berkaitan dengan hari valentine, bahkan ada anekdot negatif mengenai perayaan valentine, salah satunya ajang pasangan remaja menginap di hotel berduaan, kemudian berhubungan seksual. Kebablasan tersebut juga disebabkan kurangnya pemahaman remaja terhadap arti cinta yang sebenarnya, bahaya hubungan seks pranikah yang bebas dan tidak bertanggung jawab, penularan infeksi menular seksual dan kasus HIV/AIDS.

Kisara (Kita Sayang Remaja) PKBI provinsi Bali selaku lembaga yang lama konsen bergerak dalam advokasi, KIE dan pemberdayaan remaja mendapatkan fenomena negatif remaja yang berkaitan dengan hari kasih sayang ini. “Lebih dari seperempat kasus konseling  remaja yang masuk ke telepon 0361-430200 tentang aktifitas pacaran remaja”, demikian  penyampaian Elfira Nacia selaku kordinator Kisara dalam pemaparan  pengalaman sebagai konselor remaja. Melalui divisi Klinik Remaja, dr.Pramesemara juga memperoleh fakta, “beberapa bulan setelah hari valentine 2009 cenderung terjadi peningkatan jumlah konseling remaja dengan kehamilan tidak diinginkan (KTD)”.

PKBI kabupaten Bangli bekerjasama dengan Kisara PKBI Bali dan didukung Laboratorium Prodia Denpasar menindaklanjutinya dengan merealisasikan Rumpi Remaja Sehat yang kali ini mengangkat tema “When Youth Talk About Love” atau dalam bahasa Indonesia berarti ketika remaja membicarakan cinta. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 12 Februari 2010 yang bertempat di Aula P3 Bangli ini pada dasarnya bertujuan membekali remaja Kita menyambut hari valentine tentang konsep pacaran yang sehat dan memberikan pemahaman beda antara cinta dan seks.

Selaku ketua panitia, dr.Maharjana mengatakan even ini memang dimaksudkan sebagai upaya positif untuk memperingati hari valentine. “Dari data Kisara Youth Clinic terlihat bahwa jumlah kasus konseling KTD pada remaja meningkat mulai bulan April, timbul dugaan sementara bahwa kemungkinan aktifitas seksual telah terjadi pada bulan Februari  (valentine-red)”. “Didasari kondisi itu, Kami berinisiatif mengadakan kegiatan ini”, ujarnya disela-sela kegiatan.

Wakil Bupati Bangli, Bapak I Nengah Gianyar menyambut baik even ini dan berharap nantinya remaja Bangli dapat memahami esensi cinta sejati. “Valentine bisa dimaknai seperti dua sisi mata uang, bisa berakibat baik maupun buruk. Jika tidak dapat menfilter diri, akhirnya akan menjerumuskan diri sendiri ke arah yang salah”. Wakil bupati yang juga menjabat sebagai ketua KPA cabang Bangli pun berbagi cerita tentang pengalamannya. “Hendaknya remaja kita bisa meniru sisi baik dari hari valentine, sebagai wujud cinta-kasih yang dapat mengubah hal negatif menjadi sesuatu yang berakibat positif”, ucapnya dalam  sambutan acara tersebut.

Diskusi interaktif yang berlangsung sekitar tiga jam ini dihadiri 150 orang peserta, terdiri dari sejumlah siswa-siswi dan para Guru SMU/SMK se-Bangli, dan perwakilan PIK-KRR (Pusat Informasi dan Konsultasi Kesehatan Reproduksi Remaja) kabupaten Bangli. Kali ini mengetengahkan pemaparan materi mengenai konsep pacaran sehat ala Kisara oleh Elfira Nacia disertai presentasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja yang dibawakan dr.Pramesemara. Antusias peserta tampak dari partisipasi aktif mereka selama kegiatan serta peningkatan pengetahuan ditinjau dari perbandingan hasil prepost test.(Eka Rahayu/Pramesemara).

Elfira Nacia

Kordinator Kisara PKBI Provinsi Bali

0361-430200

http://www.kisara.org / http://www.remajabali.wordpress.com

dr. IGN Pramesemara, S.Ked

Kadiv Youth Health Services Of Kisara (Kisara Youth Clinic)

0361-9105250

http://www.kisarayouthclinic.org

2 Responses

  1. Aku mau kalau dapat coklat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: