Depresi ; Ketika Psikis Remaja Belum Stabil

Tidak jarang Kita menemukan kondisi depresi (kesedihan, kecemasan, maupun ketakutan) yang melanda seorang remaja yang notabene memang merupakan fase kehidupan manusia yang tidak stabil secara emosional. Depresi adalah salah satu situasi mental yang sedang terganggu dengan ditandai adanya perasaan sedih, putus asa, cemas, kehilangan semangat hidup, merasa bersalah, lambat dalam berpikir hingga menurunnya motivasi untuk melakukan aktifitas dalam kehidupan sehari-hari. (American Psychiatric Association)

Faktor-faktor pemicu yang menyebabkan depresi pada remaja :

  1. Intervensi aspek genetik ; Orang tua dengan riwayat depresi atau memiliki gangguan psikologi akan cenderung beresiko tinggi memiliki anak-anak (remaja) yang mudah mengalami depresi.
  2. Pengalaman terdahulu yang tidak menyenangkan ; Remaja (anak) yang tidak diperlakukan adil, anak dalam keluarga tidak harmonis, dan mengalami kekerasan dalam keluarga.
  3. Peristiwa hidup yang penuh stress ; ujian sekolah, hancurnya relasi dengan teman, sahabat atau orang tua, pemecatan kerja, kematian seseorang yang dikasihi, prahara rumah tangga, permasalahan dengan pacar atau tunangan, perselisihan hingga sengketa, kemarahan yang berlebihan dan hal-hal lain yang dapat menyebabkan keteganggan emosional pada remaja.

Jika menemui remaja atau seseorang dengan gejala-gejala depresi seperti yang tercantum dibawah ini yang terjadi dalam beberapa hari sampai minggu, maka sebaiknya segeralah mengkonsultasikannya pada tenaga kesehatan terdekat. Adapun tanda-tanda remaja yang mengalami depresi :

  • Merasa sedih, tampak cemas dan tidak memiliki harapan hidup lagi.
  • Tidak ada nafsu makan atau sebaliknya berlebihan dalam makan dan minum, sehingga berat badan tidak terkontrol penurunan maupun kenaikannya dalam waktu yang singkat.
  • Menarik diri dari pergaulan atau teman-teman, menghindar dari keramaian dan tampak murung.
  • Aktifitas dan prestasi di sekolah atau kuliah terkesan menurun, berkurangnya motivasi dan minat.
  • Mudah marah dan tersinggung, serta menjadi sensitif terhadap kritikan.
  • Terlihat rendah diri dan mudah merasa sangat bersalah.
  • Konsentrasi menurun dan kesulitan dalam mengambil keputusan.
  • Adanya perubahan dalam kebiasaan makan maupun tidur.
  • Terkadang memiliki pikiran untuk melakukan bunuh diri atau mengakhiri hidupnya.

Untuk pengobatan depresi pada remaja, maka terdapat berbagai metode terapi yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami depresi. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan metode yang tepat bagi masing-masing individu manusia. Banyak pilihan penatalaksanaan depresi diantaranya dengan menerapkan cognitive behavioral therapy, psychodinamic psychotherapy, interpersonal psychotherapy, supportif treatment, hypnotherapy maupun obat-obatan psikoterapi lainnya. (*dari berbagai sumber)

Info lebih lanjut silakan menghubungi Kisara Youth Clinic-(0361)9105250

3 Responses

  1. Depresi sebenarnya perlu perhatian serius, kadang walau ada beberapa kasus sebaiknya diberikan kemandirian bagi yang lagi “depresi” untuk menemukan jalan keluar bagi dirinya🙂

  2. bagiku orang tualah yang membuatku depresi,,
    …aku bisa sangat benci pada mereka, ketika melihat mereka b’tengkar.
    Itu smua sangat mengganggu……………………………………

  3. ciri-cirinya seperti yang ada padaku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: