Menyuarakan Perjuangan Melalui Tulisan

AKSI JURNALISTIK DARI PARA AKTIFIS YANG PEDULI TERHADAP AIDS

“Memory of August 3rd-5th 2006”

Lima belas orang aktifis dari berbagai lembaga peduli AIDS Bali berkumpul di Bedugul untuk mengikuti pelatihan klinik jurnalistik yang diselenggarakan pada tanggal 3–5 Agustus 2006 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Bali bekerjasama dengan pemerintah Australia.

Continue reading

Advertisements

Pengaruh Asupan Oral Cairan Terhadap Perubahan Trombosit Pasien DBD

ABSTRAK

Pengaruh Asupan Oral Cairan Terhadap Perubahan Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue

Oleh :

I Gusti Ayu Pramitaresthi

(Mahasiswa PSIK FK Unud)


Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi akut yang disebabkan oleh arbovirus (Arthropodhorn virus) melalui gigitan nyamuk Aedes aegypty yang disertai dengan adanya manifestasi perdarahan, bertendensi mengakibatkan rejatan (syok) dan kematian. Trombosit merupakan indikator laboratorium untuk penetapan diagnosis pasien DBD. Nilai trombosit berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien DBD dan menandakan bahwa tidak adanya rejatan hingga perdarahan yang dapat menyebabkan kehilangan banyak cairan dalam tubuh. Sehingga, pasien DBD membutuhkan banyak cairan pengganti untuk mengisi kekosongan cairan serta membantu proses pembentukan trombosit.  Cairan yang dibutuhkan dapat secara oral (enteral) ataupun parenteral yang diperhitungkan sesuai kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh asupan oral cairan terhadap perubahan trombosit pada pasien demam berdarah dengue. Asupan oral cairan adalah cairan yang langsung diminum oleh seseorang.

Penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Design. Sample terdiri dari 44 orang yang dipilih dengan cara Purposive Sampling, dibagi menjadi dua yaitu 22 orang sebagai kelompok perlakuan dan 22 orang sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dengan cara observasi intake cairan oral dan observasi penilaian perubahan kadar trombosit selama dua hari berturut-turut.

Hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata selisih perubahan kadar trombosit pada kelompok perlakuan lebih besar daripada kelompok kontrol yaitu sebesar 33,36 x 103/µl (SD 13,872). Kemudian hasil uji t dua sampel tidak berpasangan (Independent Sample ttest) didapatkan nilai p-value (probabilitas) 0,000<0,05 artinya H0 ditolak yaitu ada pengaruh asupan oral cairan terhadap perubahan trombosit pada pasien DBD. Berdasarkan hasil penelitian diatas disarankan kepada praktisi keperawatan agar menghitung, memperhatikan dan mencatat jumlah intake cairan oral pasien DBD setiap harinya secara intensif.

Kata Kunci :  Demam Berdarah Dengue, Asupan Oral Cairan, Perubahan Trombosit

Continue reading