Menyuarakan Perjuangan Melalui Tulisan

AKSI JURNALISTIK DARI PARA AKTIFIS YANG PEDULI TERHADAP AIDS

“Memory of August 3rd-5th 2006”

Lima belas orang aktifis dari berbagai lembaga peduli AIDS Bali berkumpul di Bedugul untuk mengikuti pelatihan klinik jurnalistik yang diselenggarakan pada tanggal 3–5 Agustus 2006 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Bali bekerjasama dengan pemerintah Australia.

Ini pertama kalinya diadakan khususnya di Bali. “Idenya bersumber dari diskusi pengurus KPA Bali yang didasari karena masih minimnya sumber informasi yang tepat, terutama media jurnalis mengenai HIV/AIDS”, jelas Anton selaku kordinator panitia. Berbekal keyakinan tersebut, maka tercetus untuk melaksanakan kegiatan kali ini.

Diawali dengan proses pengumuman kegiatan melalui media Kul-Kul milik KPA Bali. Diluar perkiraan panitia, ternyata kegiatan ini disambut hangat. Respon tersebut dapat terlihat dari banyaknya antusiasme untuk ikut serta, hal ini dilihat dengan keberadaan 32 essay yang bersaing untuk menjadi 20 peserta pelatihan kali ini.

Bertempat di penginapan yang asri dengan suasana yang kondusif, sejumlah kegiatan pun dimulai. “Sengaja Kami membawa ke Hotel Handara Kosaido Country Club di Bedugul ini, karena Kami ingin mereka (peserta) merasa nyaman”, demikian penjelasan dari Mercya, kordinator KPA propinsi Bali. Selama tiga hari, para peserta berusaha mengasah diri agar mampu “menyuarakan perjuangan melalui tulisan”, seperti tema kegiatan ini.

Setumpuk motivasi pun mendasari keikutsertaan para peserta dan berbagai tujuan dalam benak panitia. “Saya awam banget dengan hal-hal berbau jurnalistik dan kali ini merupakan pengalaman pertama yang menarik dalam hidup Saya”, begitulah penuturan dari Vivi, peserta perwakilan dari Yayasan Gaya Dewata (YGD). ”Saya juga ingin memperjuangkan keberadaan  komunitas Waria di mata masyarakat umum, salah satunya melalui tulisan”.

Lain dengan Bapak Slamet Riyadi dari Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerbitan (LP3) Yogyakarta, salah satu narasumber dalam kegiatan yang bedurasi tiga hari ini yang berharap agar “Para Aktifis dari Bali tersebut dapat melatih diri sebagai pengkritisi media terutama yang berkaia dengan HIV/AIDS”, jelas Beliau. Salah satu dari tiga narasumber pelatihan ini tersebut juga menuturkan bahwa “Selain mendampingi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), para aktifis juga secara tidak langsung menghilangkan stigma diskriminasi terhadap ODHA baik di kalangan masyarakat umum juga dalam dunia jurnalistik itu sendiri”.

Melalui pelaksanaan Klinik Jurnalistik Peduli AIDS gelombang pertama kali ini (KJPA-I), para panitia telah menyiapkan rencana tindak lanjut. Dimana para aktifis lulusan pelatihan ini akan dilibatkan dalam mengisi kolom artikel pada berbagai media dan berusaha terus menyuarakan perjuangan lewat tulisan. (Pramesemara-KISARA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: