Hati-hati Remaja….Merokok itu BERBAHAYA!!!

Artikel IMOB Educare Pebruari 2012

Ni Komang Ayu Meygasari, AMd.Keb. 

(Staff KISARA Youth Clinic PKBI Daerah Bali)

“Alow KIS, gw mau curhat nih? pacar gw tu perokok abiz. Mpe gw jg terganggu krn rokok itu. Udah gw nasehatin stop smoking, tp malah dimarahin balik. Gw kudu mesti gimana donk, plis tolong bantu ya?okok….” 

 

Perilaku Merokok pada Remaja

Kalau mau tampil gaul, ngerokok donk Bro! Saat ini, remaja merokok merupakan suatu pemandangan sehari-hari yang sudah tidak asing lagi. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi perokok, namun di lain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi perokok sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapat di dalam rokok memberikan dampak negatif pada tubuh penghisapnya.

Beberapa motivasi yang melatar belakangi perilaku merokok adalah untuk mendapat pengakuan, menghilangkan kekecewaan, dan menganggap perbuatannya (merokok) tersebut tidak melanggar norma hidup (Joemana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatan merokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan di depan orang lain terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat ingin tampil menarik di dalam kelompok sebayanya atau dengan kata lain remaja terikat dengan kelompoknya.

Selain faktor perkembangan remaja dan kepuasan psikologis, masih banyak faktor dari luar individu yang berpengaruh pada proses pembentukkan perilaku merokok. Pada dasarnya perilaku merokok adalah suatu perilaku yang dipelajari, bukanlah mitos suatu kebiasaan yang menurun. Hal itu berarti terdapat pihak-pihak yang berpengaruh besar dalam proses sosialisasi.

Namun bagaimanapun latar belakang atau alasan seseorang remaja melakukan perilaku mengkonsumsi merokok tetap saja merokok adalah salah satu bentuk sikap adiksi yang harus dieliminir dan dihindari untuk kepentingan bersama. Dalam hal ini remaja di sekolah merupakan subjek layanan profesi bimbingan dan konseling yang harus segera diberi bantuan. Kendati perilaku merokok pada remaja dilatarbelakangi lingkungan dan kepribadian, tetapi fokus bantuan konseling yang mandiri adalah membantu individu perokok untuk berhenti merokok sehingga  memiliki kepribadian yang sehat dan tidak tergantung terhadap lingkungan.

 

Bahaya Merokok Bagi Remaja

 Memang kenapa kalau remaja merokok?. Pertanyaan tersebut dalam berbagai versi cara bertanya, kerap dilontarkan oleh para remaja yang baru atau bahkan yang sudah sering merokok.
Para remaja itu sudah merasa berhak merokok di usia belasan tahun dan kenyataannya, memang remaja berusia kisaran 15-19 tahun sudah menjadi sasaran utama pemasaran rokok saat ini.
“Remaja tanggung usia sekitar 18-tahunan pasti yang dicari karena mereka berpotensi tinggi akan jadi pelanggan tetap untuk masa depan”, tutur Ketua Komnas Pengendalian Tembakau sekaligus mantan Menteri Kesehatan, Bapak Profesor Farid Anfasa Moeloek.

Pendekatannya macam-macam dimulai dari iklan hingga pemberian sponsor untuk kegiatan sekolah, seperti musik, seni, dan olahraga yang dekat dengan kehidupan gaul remaja.
Masuk akal karena pada usia ini para remaja masih dalam proses pencarian jati diri, di mana emosinya labil dan belum dapat mengambil keputusan dengan matang.

Oleh karena itu, fokus penekanan konsumsi rokok harus diarahkan pada para remaja.
Selain perilaku merokok pada remaja juga berkontribusi signifikan terhadap tumbuhnya berbagai penyakit sosial, misalnya menyebabkan munculnya “the lost generation” atau generasi yang hilang. Kemiskinan dan kebodohan, penyakit infeksi yang mematikan semisalnya IMS (Infeksi Menular Seksual) dan HIV-AIDS (Human Immunodeficiency Virus dan Acquired Immunodeficiency Syndrome), penggunaan narkotika, kekerasan fisik, dan seksual semua bersumber dari perilaku merokok. Ini kemudian mengarah pada kehancuran ekonomi keluarga dan hilangnya generasi bangsa Indonesia yang berkualitas.

Dengan demikian dipandang perlu peraturan khusus dari pemerintah untuk menggunakan tembakau, yang sama dengan aturan terhadap zat adiktif lainnya. Di samping itu, sosialisasi berbagai penelitian yang membuktikan bahwa rokok mengandung tar dan nikotin yang dikenal sebagai zat adiktif serta dampak negatif terhadap kesehatan harus terus disuarakan, terutama kepada para remaja yang hidup di kelas ekonomi bawah.

So….Be Smart And Be Healthy with KYC….(follow us @kisara_clinic / http://www.kisarayouthclinic.org) ^-^


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: