SERBA-SERBI KEPUTIHAN PADA PEREMPUAN

Oleh :

Luh Gede Wini Khrisnayanthi, AMd.Keb

(Bidan Klinik KISARA PKBI Bali)

Sebut saja Erni, remaja perempuan 18 tahun datang ke klinik KISARA dengan wajah gusar ; “Dok, kenapa ya seminggu terakhir ini keputihan Saya banyak sekali? awalnya sich cuma lembab dan gatal sedikit, tapi lama-kelamaan warnanya berubah memutih dan berbau busuk, Saya saja ngeri mengetahuinya Dok…, terus sekarang ini, bagian bawah perut Saya ikut nyeri Dok…. Kira-kira Saya kenapa ya Dok…. Bahayakah?”.

PEREMPUAN DAN KEPUTIHAN

Pernah mendengar kata “Keputihan”? Atau justru pernah mengalaminya seperti halnya kasus diatas? Hampir disemua masa kehidupan seorang perempuan akan pernah mengalami keputihan baik wanita dewasa, para remaja, ibu hamil, usia menopause, dan bahkan keputihan pada bayi perempuan yang baru dilahirkan. Sebenarnya, apa sih keputihan itu?

Keputihan yang dalam bahasa medisnya disebut Fluor albus atau Leucorrhea merupakan suatu kondisi keluarnya cairan yang berlebihan dari organ kelamin perempuan, vagina. Keputihan dibedakan menjadi dua jenis, yaitu keputihan yang normal (fisiologis) dan keputihan yang abnormal (patologis).

Pada kondisi keputihan yang normal, vagina dapat mengeluarkan cairan yang berasal dari rahim. Umumnya cairan yang keluar sedikit, jernih, tidak gatal, dan tidak berbau. Cairan ini berfungsi sebagai perlindungan alami, mengurangsi gesekan dinding vagina saat berjalan maupun saat berhubungan seksual. Keputihan jenis ini biasanya terjadi pada remaja sesaat sebelum masa pubertas, sebelum, dan sesudah menstruasi atau pada saat terangsang secara seksual maupun saat sedang mengalami stress.

Namun kalau cairan yang keluar berlebihan dari vagina, kemudian menimbulkan rasa gatal dan bau yang tidak sedap, berwarna putih-kekuningan hingga keabuan sampai kehijauan, dan agak kental, maka besar kemungkinan keputihan tersebut sudah tidak normal dan hal tersebut patut diwaspadai.

PENYEBAB KEPUTIHAN ABNORMAL

Terdapat banyak sekali faktor-faktor penyebab keputihan yang abnormal  (patologis) pada perempuan antara lain :

1. Jamur

Umumnya disebabkan oleh jamur Candida albicans atau Monilia yang menyebabkan rasa gatal di sekitar bibir vagina atau vagina. Warna cairan keputihan akibat jamur berwarna putih kekuning-kuningan atau putih susu dengan bau yang khas. Keputihan akibat jamur bisa disebabkan oleh kehamilan, penggunaan pil kontrasepsi KB, steroid, diabetes, obesitas, penggunaan antibiotik dalam jangka panjang, dan daya tahan tubuh rendah.

2. Bakteri

Biasanya disebabkan oleh bakteri Gardnerella dan keputihannya disebut Bacterial Vaginosis (BV) dengan ciri-ciri cairannya yang encer dan warnanya putih keabu-abuan berbau amis. Selain itu, ada juga bakteri Treponema pallidum yang merupakan penyebab infeksi menular seksual (IMS) sifilis. Di samping menyebabkan keputihan, bakteri ini juga menimbulkan banyak kutil di sekitar vagina. Keputihan akibat bakteri  biasanya muncul saat kehamilan, suka bergonta-ganti pasangan seksual, serta penggunaan alat kontrasepsi KB dalam rahim (IUD atau spiral).

3. Virus

Beberapa jenis virus juga dapat menimbulkan atau memperparah keputihan. Virus yang dapat menyebabkan keputihan antara lain HIV, herpes genitalis, dan Human Papiloma Virus (HPV). Virus-virus ini adalah pemicu timbulnya penyakit kelamin atau IMS. HPV dapat  menyebabkan timbulnya semacam kutil pada kelamin dan berbau di sekitar vagina. Sedangkan virus herpes dapat menyebabkan rasa gatal dan panas. Ketiga virus ini ditularkan melalui aktifitas ataupun hubungan seksual. Khusus HPV, maka virus penyebab keputihan jenis ini dapat menimbulkan kanker bila tidak diberikan penanggulangan lebih lanjut.

4. Parasit

Keputihan akibat parasit biasanya disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis yang menular dari kontak seksual, tukar-menukar peralatan mandi, saling meminjam pakaian dalam, menduduki kloset yang terkontaminasi, dan sebagainya. Cairan keputihan akibat parasit ini akan berwarna kuning hijau kental dengan bau tidak enak dan berbusa, kadang menyebabkan gatal dan iritasi.

CEGAH SERTA OBATI

Keputihan yang abnormal bukan merupakan hal yang bisa dianggap sepele. Seperti kata pepatah “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”, maka ada baiknya mengenal dan melakukan langkah-langkah terbaik untuk mencegah keputihan yang tidak normal pada perempuan dengan cara :

  1. Menjaga kebersihan alat kelamin dengan mengganti pakaian dalam secara teratur minimal dua kali sehari. Apabila pakaian dalam yang dikenakan sudah terasa lembab dan kotor, ada baiknya segera diganti dengan yang bersih sehingga bakteri, jamur, virus atau parasit di dalam pakaian dalam kotor tersebut tidak menginfeksi vagina.
  2. Memilih pakaian dalam yang tepat, yaitu tidak ketat dan memilih bahan yang bisa menyerap keringat.
  3. Cukup membersihkan vagina dengan air bersih yang mengalir dengan cara mengusapnya dari depan ke belakang.
  4. Meminimalisir penggunaan sabun antiseptik ataupun ramuan tertentu karena dapat mengganggu keseimbangan pH vagina.
  5. Saat menstruasi, harus rajin mengganti pembalut. Jangan pernah menggunakan pembalut hingga terlalu penuh menampung darah menstruasi. Karena hal itu akan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menginfeksi vagina.
  6. Menghindari faktor risiko IMS, seperti melakukan hubungan seksual pranikah, tidak menggunakan kondom atau berganti-ganti pasangan seksual.

Keputihan yang tidak normal, sebaiknya diobati sejak dini saat timbul gejala-gejala sesuai pemaparan di atas. Bila sudah terlanjur kronis atau berlangsung lama akan lebih susah diobati. Selain itu, keputihan abnormal yang dibiarkan begitu saja, selanjutnya bisa menyebabkan Infeksi Saluran Kencing (ISK) yang membuat penderitanya merasa nyeri saat buang air kecil yang bisa merembet ke rongga rahim, kemudian berlanjut ke saluran indung telur hingga sampai ke rongga panggul dan menyebabkan Penyakit Radang Panggul (PRP). Menderita keputihan dalam jangka waktu lama (kronis) dapat menyebabkan kemandulan bahkan bisa berujung kematian.

Oleh sebab itu, jika mengalami gejala-gejala keputihan yang tidak normal, segeralah berobat dan memeriksakan diri ke Dokter, sehingga mendapat penanganan yang tepat. Pengobatan yang tidak tepat dan terlambat, justru akan memperparah kondisi keputihan. Jangan pernah mengobatinya sendiri, apalagi mencoba-coba metode pengobatan alternatif yang tidak ilmiah ataupun obat-obatan yang tidak relevan.

Akhirnya bila Anda, teman, pasangan ataupun keluarga ada yang mengalami keputihan yang tidak normal dan ingin memeriksakannya, bisa datang langsung ke unit IMS Kencana dari Klinik KISARA PKBI Daerah Bali di Jalan Gatot Subroto IV nomor 6 Denpasar yang buka setiap hari Senin hingga Jumat (kecuali libur) pada pukul 10.00-14.00 WITA dan telepon 0361-9105250.

Tersedia layanan yang komprehensif dari tenaga-tenaga medis yang terlatih, konseling, dan laboratorium terpadu, serta tentu saja GRATIS!. Atau bisa berkonsultasi online via email kisarayouthclinic@yahoo.com, blog website http://www.kisarayouthclinic.org atau follow twitter kisara_clinic. Jangan sepelekan masalah keputihan, kenali sejak dini agar tidak menyesal  kemudian hari.

Edited by dr.Pramesemara (@pramesemara) & dr.Yanitama KYC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: