Mencegah Kanker Serviks Pada Perempuan

dr. Mayun Trisna Putra dan dr. Pramesemara

(Staf Dokter Klinik Remaja KISARA)

Seperti yang sudah sering kita bahas bersama bahwa masa Remaja adalah suatu bagian dari periode kehidupan manusia yang ditandai keinginan untuk pencarian jati diri dan rasa ingin tahu yang besar, tidak terkecuali aspek seksualitas. Seringkali masa remaja ini menjadi sangat riskan karena remaja tidak mencari informasi yang benar dan bukan dari sumber informasi yang baik pula. Tentu saja hal tersebut akan berefek sangat berbahaya bagi perkembangan jiwa para remaja apabila tidak memiliki pengetahuan dan wawasan hidup yang tepat.

Banyak fakta telah menunjukkan bahwa sebagian besar remaja tidak mengetahui dampak buruk dari perilaku seksual yang mereka lakukan. Seringkali dijumpai kasus-kasus remaja yang masih sangat tidak matang tersebut melakukan hubungan seksual secara dini dan kemudian harus dihadapakan untuk menanggung segala risiko yang timbul dari aktifitas seksual yang tidak bertanggungjawab itu. Hal ini dipertegas kembali dari data Klinik Remaja Kisara (KISARA Youth Clinic) pada periode Januari 2012 sampai dengan April 2012 telah berhasil melakukan konseling terhadap lebih dari 140 pasang remaja dalam rentang umur 14 tahun hingga 22 tahun, yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) akibat aktifitas seksual yang dini.

Lantas muncul pertanyaan, Apakah hubungan aktifitas seksual remaja yang dini dengan kejadian kanker, terutamanya kanker serviks?. Perlu diketahui bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker pada perempuan yang cukup banyak terjadi, diperkirakan jumlah kejadiannya nomor tiga di seluruh dunia. Bahkan khusus di Indonesia, dapat diperkirakan setiap satu jam kira-kira seorang wanita Indonesia meninggal karena kanker ini.

Kanker serviks ini sering disebut juga “Silent Killer” (pembunuh yang diam) dikarenakan perkembangan kanker ini sulit dideteksi. Perjalanan dari awalnya berupa infeksi virus dan kemudian menjadi kanker stadium akhir adalah membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu diestimasi sekitar 5 tahun hingga 10 tahun. Proses ini seringkali tidak disadari karena umumnya tanpa gejala klinis ataupun keluhan hingga tersadar telah sampai pada tahap akhir penyakit kanker serviks, misalnya terjadinya perdarahan terus-menerus.

Penyebab utama kondisi kanker serviks adalah akibat infeksi Human Papilloma Virus (HPV) dan  persentase terbesarnya ditularkan melalui aktifitas atau hubungan seksual yang bebas dan berisiko. Sehingga lambat laun berkembanglah kanker pada serviks atau mulut rahim yang letaknya berada di bagian bawah rahim dan atas vagina. Hal inilah yang menunjukkan hubungan peningkatan insiden kanker serviks di usia muda yang diakibatkan perilaku seksual yang tidak bertanggungjawab tersebut.

Pada remaja, hubungan seksual pada usia dini dikaitkan dengan kematangan sel-sel mukosa pada serviks seorang perempuan. Saat usia muda, sel-sel mukosa pada serviks tersebut belum matang. Artinya masih sangat rentan terhadap rangsangan sehingga belumlah siap untuk menerima rangsangan dari luar maupun paparan sel sperma, termasuk zat-zat kimia yang dibawa sperma atau sering disebut semen, sehingga hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan sel-sel mukosa pada leher rahim. Kerusakan ini dapat menjadi berat bahkan mengarah menuju perkembangan kanker jikalau terdapat infeksi HPV pada leher rahim maupun kemungkinan adanya HPV yang terkandung dalam cairan semen laki-laki.

Terdapat banyak faktor risiko yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi HPV pada seorang perempuan, seperti genetik atau riwayat keturunan, usia yang lanjut (penuaan), terlalu banyak memiliki anak, keputihan yang tidak sembuh atau kronis, higienitas (kebersihan) organ kelamin yang tidak baik, daya tahan tubuh yang lemah, hingga perilaku berisiko lainnya, misalnya merokok, alkoholisme, dan penyalahgunaan narkotika.  Faktor risiko khusus yang sangat penting terhadap infeksi HPV pada remaja perempuan adalah melalui hubungan seksual pada usia dini (kurang dari 20 tahun), sering bergonta-ganti pasangan termasuk berhubungan seksual dengan pria “hidung belang”.

Oleh karena itulah, aspek pencegahan pada remaja teramat penting dalam menghadapi kanker serviks, jika dibandingkan pemberian pengobatan. Adapun salah satu metode pencegahan primer agar tidak terhindar dari kejadian kanker servik, yakni dengan menghindari faktor resikonya berupa sikap menunda untuk melakukan hubungan ataupun aktifitas seksual secara dini, dan yang saat ini sedang digalakkan berupa vaksinasi kanker serviks pada wanita dengan gerakan pita merah mudanya.

Melalui vaksinasi kanker serviks diharapkan dapat menumbuhkan kekebalan pasif tubuh seorang wanita dari infeksi virus HPV yang notabene dominan sebagai penyebab kanker serviks. Sehingga para perempuan dapat terhindar dari kemungkinan terkena kanker serviks dan dapat menjalani hidup dengan sehat tanpa perlu risau. Dewasa ini sudah tersedia beberapa bentuk produk vaksin kanker serviks yang ditawarkan kepada para perempuan dengan harga yang terjangkau, efektifitas vaksin yang cukup lama (lebih dari sepuluh tahun), dan metode pemberian yang sederhana oleh dokter atau tenaga medis yang terlatih. Pada wanita dengan kondisi tertentu juga diawali pemeriksaan Pap Smear guna deteksi dini keberadaan kanker serviks.

Bagi rekan-rekan remaja yang butuh informasi dan layanan kesehatan khususnya terkait vaksinasi kanker serviks bisa datang ke Klinik Remaja KISARA di Jalan Gatot Subroto IV no.6, Gedung PKBI Daerah Bali lantai-1. Unit program dari KISARA (Kita Sayang Remaja) yang ramah remaja ini buka setiap hari Senin hingga Jumat pada Pukul 09.00-21.00. Jadilah remaja perempuan yang sehat, salah satunya terhindari dari kanker serviks.

********

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: