Anoreksia Nervosa ; Kurus Dan Langsing, Tetapi Tidak Sehat

dr. Nilam Rasa Surma dan dr. Pramesemara

(Klinik Remaja KISARA)

Halooo….Saya pelajar yang juga model, usia sekarang 16 tahun.

Sebagai fotomodel, tentu tubuh indah adalah modal utama

Enam bulan lalu, teman-teman mengatakan badan saya tampak menggemuk.

Sejak itu, kebiasaan makan berubah, Saya makan sedikit, bahkan sesekali tidak makan.

Bahkan dua bulan ini tidak datang bulan, apa ada hubungannya?

Saya pun sudah sering dapet nasehat untuk stop diet kerasnya karena terlalu kurus.

 Tapi setiap kali mau makan, muncul pikiran akan gemuk kembali dan itu sangat menakutkan.

So, itulah sebab Saya ingin menanyakan hal ini, apa yang terjadi ya?

 

Seperti yang telah kita ketahui, remaja merupakan suatu periode transisi kehidupan manusia dari masa anak ke dewasa. Masa remaja ini terjadi beberapa perubahan pada fisik, psikologis, dan sosial. Hal tersebut yang menyebabkan para remaja sangat peduli pada perubahan yang terjadi pada dirinya, salah satunya adalah perubahan menyangkut penampilan fisik terutama terkait ukuran berat badan. Sering kali timbul kekhawatiran yang berlebihan jikalau berat badan pada kondisi yang tidak ideal dan kadang kala juga dapat menimbulkan suatu gangguan makan yang disebut Anoreksia Nervosa.

Anoreksia Nervosa merupakan suatu gangguan kejiwaan yang khas ditandai dengan kebiasaan makan yang abnormal. Seseorang dengan Anoreksia Nervosa memiliki ketakutan yang sangat ekstrim terhadap pertambahan berat badannya. Gangguan pada pola makan ini lebih sering dialami oleh perempuan muda termasuk remaja, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai artis, model, penari, dan atlet. Umumnya akibat rasa takut berlebihan jika terlihat gemuk, selain juga  tuntutan profesi yang lebih mementingkan penampilan tubuh yang sempurna (kurus ataupun langsing).

Hingga kini penyebab pasti dari problem ini masih belum diketahui, namun diduga akibat kombinasi faktor dari karakter pribadi, emosi, dan pola pikir. Walaupun begitu, faktor biologi dan lingkungan juga berperanan penting atas terjadinya kondisi Anoreksia Nervosa.

Gejala-gejala umum dari Anoreksia nervosa berupa pikiran ketakutan yang berlebihan terhadap pertambahan berat badan dan menjadi gemuk, walaupun sesungguhnya sudah sangat kurus. Adanya penolakan untuk mempertahankan berat badan ideal yang sesuai dengan usia dan tinggi badan, serta terkadang penurunan berat badan dilakukan sendiri secara sadar dengan menghindari makanan mengandung lemak, merangsang muntah, menggunakan pencahar, olahraga berlebihan, menggunakan obat penekan nafsu makan atau menggunakan obat diuretik. Akhirnya kondisi Anoreksia Nervosa bisa menimbulkan gangguan hormonal dengan manifestasi pada wanita  memungkinkan tidak mengalami menstruasi hingga lebih dari tiga siklus, dan khusus pada pria terjadi kehilangan potensi seksual.

Seseorang yang mengalami kondisi Anoreksia Nervosa hendaknya segera mendapat penangan yang adekwat. Apabila tidak segera diatasi, situasi tersebut akan menyebabkan kerusakan organ-organ vital tubuh, misalnya penurunan fungsi jantung, otak, dan ginjal. Secara dini akan terjadi pula penurunan tekanan darah, gangguan denyut nadi dan detak jantung tidak beraturan, problem pernapasan (sesak), kerontokan rambut, pengeroposan tulang (osteoporosis) dan kerusakan sendi, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, serta kemungkinan akan berujung pada kematian akibat kelaparan dan upaya percobaan bunuh diri akibat depresi yang dialami.

Tantangan terbesar dalam menangani seseorang individu dengan Anoreksia Nervosa adalah bagaimana cara menyadarkan bahwa mereka mengalami gangguan tersebut. Kenyataanya banyak klien yang menyangkal memiliki atau sedang mengidap gangguan pola makan itu, kemudian cenderung terlambat datang berobat saat setelah mengalami kondisi yang lebih serius.

Target dari penanganan salah satu problem kesehatan yang umum dijumpai pada kaum remaja ini adalah mengembalikan ukuran berat badan menuju angka yang ideal sesuai dengan indeks massa tubuh dan memperbaiki kebiasaan makan dengan cara meningkatkan aktifitas yang bersifat sosial, mengurangi kegiatan fisik yang berlebihan, dan membuat jadwal makan makanan sehat. Selain dalam menangani penyakit psikiatri ini nantinya diperlukan dorongan yang positif terutama dari keluarga.

Mempunyai postur tubuh yang indah merupakan idaman setiap orang khususnya pada rekan  remaja, namun untuk mendapatkannya janganlah sampai mengabaikan kesehatan kita. Tetaplah, menjadi remaja yang sehat dan bertanggung jawab. @pramesemara 

**************

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: