KENALI REAKSI TUBUH TERHADAP ALERGI

dr. Ayuni Yayas dan dr. Pramesemara

Staf Dokter Klinik Remaja KISARA, PKBI Daerah Bali

 _Allergic8

@kisara_clinic (Twitter Direct Message) :

Dok, badan aku koq mendadak muncul bentol2 abis minum obat2 td? Alergi ya? Padahal tdk ada riwayat, takut seperti kejadian yg kmaren itu.

**************

REALITA KASUS ALERGI

Keluhan-keluhan seperti pesan di atas mungkin mulai sering ditemui dalam masyarakat. Ambil contoh, beberapa waktu yang lalu ada kejadian dengan kronologis dan gambaran keluhan yang hampir sama sempat menghiasi media-media lokal dan mungkin kasus tersebut yang melatarbelakangi konsultasi yang masuk via Twitter™ ini.

Tidak bermaksud untuk berpihak, tetapi bila ditelaah lebih mendalam kasus tersebut bukanlah suatu kasus dengan dugaan adanya tindakan malpraktik dari tenaga medis yang menangani. Mungkin sebatas sengketa medis sebagai akibat dari kurangnya upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang disimpulkan dari keterangan-keterangan pasien dan keluarganya yang sebagian besar mengakui tidak mendapatkan cukup informasi terkait penyakit yang dialami maupun tahapan-tahapan penanganan dan obat-obatan yang diberikan. Masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap kesehatan turut berkontribusi, termasuk kurangnya wawasan tentang alergi.

 reaksi alergi

ALERGEN PENYEBAB ALERGI

Angka insiden alergi mulai meningkat seiring dengan semakin banyaknya paparan alergen (protein penyebab alergi) baik yang melalui kontak langsung dengan kulit, saluran pencernaan (makanan dan minuman), saluran pernapasan (inhalasi), maupun bahan-bahan khusus lainnya yang masuk ke dalam pembuluh darah (gigitan serangga).

Spesifik untuk alergi obat, mungkin disebabkan semakin mudahnya akses mendapatkan obat-obatan dipasaran. Fakta menunjukkan betapa bebasnya peredaran obat-obatan golongan keras yang seharusnya hanya diperoleh dengan resep dokter dan dikonsumsi sesuai petunjuk dokter. Beberapa produk ilegal yang mengatasnamakan ramuan atau jamu tradisional (herbal) yang marak dijual bebas ternyata berbahaya hingga menimbulkan banyak masalah kesehatan termasuk alergi.

Alergi adalah reaksi tubuh yang tidak normal, tidak diinginkan, dan tentunya merugikan. Efek dari reaksi alergi cenderung menurunkan status kesehatan khususnya pada individu yang sensitif. Obat-obatan merupakan salah satu alergen, seperti racun, hewan (bulu, daging, gigitan), tumbuhan (getah, benang sari), karet, kacang-kacangan, debu, dan sebagainya.

Food-Allergies

GEJALA REAKSI ALERGI

Gell dan Coombs telah membagi Alergi (Hipersensitivitas) menjadi empat tipe sesuai kecepatan dan mekanismenya, yaitu (I) reaksi cepat, (II) sitotoksik, (III) kompleks imun, dan (IV) reaksi lambat. Masing-masing tipe alergi dapat terjadi secara terpisah, tetapi dapat pula terjadi dua atau lebih tipe secara bersamaan. Sebelum reaksi alergi muncul, dibutuhkan fase sensitisasi atau pengenalan awal terhadap alergen. Kondisi ini yang mendasari bahwa reaksi alergi tidaklah pernah muncul pada paparan alergen yang pertama, tetapi akan memberikan respon pada paparan alergen dikesempatan kedua ataupun selanjutnya.

Empat gejala alergi yang umum timbul adalah berupa urtikaria (bentol-bentol berbatas jelas yang dikelilingi kulit kemerahan), kejang otot pernapasan bagian atas (sesak nafas dan asma),  angioedema (pembengkakan lokal pada jaringan kulit yang longgar, seperti pada kelopak mata, mulut, dan daerah kelamin), dan pingsan yang diakibatkan hipotensi (penurunan nilai tekanan darah).

Wujud reaksi alergi yang lebih ekstrem dan seringkali mengancam nyawa adalah Steven-Johnson Sindrome (SJS) dan Toxic Epidermal Necrolysis (TEN). Kedua reaksi alergi tersebut mampu menimbulkan berbagai kumpulan gejala (sindrom) pada kulit, selaput mukosa, dan mata hingga mampu menyebabkan infeksi yang menyeluruh (sepsis) hingga mengalami kesulitan untuk bernafas yang bisa berujung kematian.

obat

PENCEGAHAN DAN PENANGANAN

Usaha pencegahan yang sederhana dari reaksi alergi adalah mengecek kemungkinan adanya alergi dengan menjalani tes-tes alergi khusus. Apabila sudah mengetahui jenis-jenis alergennya, maka patut untuk menghindari diri dari kemungkinan kontak langsung dengan alergen. Ingatlah untuk mencatat dan selalu memberitahukan riwayat alergi Anda maupun keluarga kepada dokter ataupun paramedis saat berobat, sehingga terhindar dari kemungkinan terburuk akibat reaksi alergi.

Sebaliknya pesan singkat untuk para tenaga medis agar tidak lupa untuk selalu menanyakan riwayat alergi pasien dan meluangkan waktu sejenak untuk menyampaikan secara detail segala prosedur medis yang akan dikerjakan.  Lakukanlah upaya-upaya penanganan pada pasien alergi secara optimal dan sedini mungkin.

Akhir kata, bagi rekan-rekan remaja yang masih membutuhkan informasi tentang alergi atau kesehatan umum lainnya, silakan kunjungi KISARA Youth Clinic (KYC) di Jalan Gatot Subroto IV nomor 6 Denpasar, Gedung PKBI Daerah Bali lantai 1. Layanan KYC buka setiap hari Senin hingga Jumat, Pukul 09.00-17.00 WITA. Atau bisa berinteraksi via telepon (0361)-430214, website http://www.kisarayouthclinic.org, Facebook™ group, email kisarayouthclinic@yahoo.com, dan follow Twitter™ @kisara_clinic.

****PRAMESEMARA****

2 Responses

  1. Yang susah kadang, pasien jarang sakit, ndak punya riwayat alergi obat, antrian pasien lain masih berjubel. KIE seadanya, akhirnya besok datang dengan reaksi alergi. Ah, susah ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: