Resolusi 2012 ; “Next Fase Dan Unud-100″

Suasana Tahun Baru 2012 - Niti Mandala Renon Denpasar

Selamat Tahun Baru 2012, Blogger

Tidak banyak kata yang bisa diucapkan untuk menggambarkan tahun 2011 yang baru saja lewat.

Mengawali dengan kelanjutan proses prajabatan sebagai abdi negara, aktifitas peduli kesehatan remaja, menuntut andrologi dan seksologi, serta berbagai keilmuan lainnya.

Namun ada juga yang tersisa akibat kebiasaan kronis “menunda” dan penyesalan datang belakangan.

Read more »

HARI AIDS SEDUNIA / WORLD AIDS DAY (2011)

Getting to Zero : Zero New HIV Infections, Zero Discrimination, and Zero AIDS-Related Deaths”

Kamis, 01 Desember 2011 : Adalah sebuah momen internasional yang tepat untuk kita bersama-sama menyatakan kepedulian terhadap kasus HIV dan AIDS. Epidemi yang sudah berjalan selama dua dasawarsa terakhir ini memang menarik perhatian dan memerlukan keterlibatan semua pihak untuk mencegah, menanggulangi, dan menunjukkan kepedulian. Ingatlah bahwa penyebaran HIV dan AIDS bisa Kita ditaklukkan, tetapi jalan kesana masih panjang kawan.

Read more »

Gangguan Psikoseksual Pasca Stroke

Post-Stroke Psychosexual Disorder ; 
A Review 
(Free Paper Of Pfizer Award For Sexology
 - 2011) 

I Gusti Ngurah Pramesemara
*Staff Andrology & Seksologi Department Medical Faculty of Udayana University
-
September 2011-

Abstrak

Stroke merupakan penyakit penyebab kematian kedua terbanyak di dunia dan penyebab utama kecacatan yang menahun. Kejadian stroke seringkali menimbulkan problem kronis pasca serangan pada pasiennya, namun hingga kini penanganan belum memuaskan. Tidak banyak kepustakaan yang ditemukan membahas tentang aspek psikoseksual pasca stroke disertai masih banyak mitos yang kontroversi. Padahal kebutuhan seksual merupakan hal yang esensi dan sangat sensitif dalam kehidupan manusia. Umumnya permasalahan lanjutan stroke berupa defek fungsi neurologis yang nyata akan lebih mudah terdiagnosis dan diobati. Sebaliknya manajemen penanganan belum memuaskan bila yang muncul pasca stroke adalah defek fungsi neurologis yang tidak nyata terutama gangguan psikoseksual. Penelusuran pustaka ditemukan empat gangguan psikoseksual yang umum terjadi pada pasien laki-laki maupun perempuan, meliputi penurunan libido, penurunan frekuensi koitus, hambatan mencapai orgasme, dan kesulitan teknis dalam melakukan hubungan seksual. Gangguan psikoseksual pasca stroke terjadi karena defek organik dan psikogenik, sehingga diperlukan penanganan holistik dan berkesinambungan baik berupa pengobatan medis, terapi seksual maupun cukup dengan konseling dan perbaikan komunikasi seksual. Jangan pernah mencoba praktek pengobatan seksual alternatif yang tidak rasional dan tidak ilmiah demi upaya semu untuk mengatasi gangguan psikoseksual pasca stroke.

Kata Kunci ; Pasca Stroke, Gangguan Psikoseksual 

Abstract 

Stroke is the second leading disease cause of death in the world also the leading cause of chronic disability. The incidence of stroke often causes chronic problems after an attack on patients, but until now the treatment has not been satisfactory. Not much literature was found that discussing about the psychosexual aspects of post-stroke patients also with still many controversy myths. Though sexual needs is essensial and very sensitive in human life. Generally, the real defects in neurological function of stroke’s cronic problems   will be more easily diagnosed and treated. Instead management has not been satisfactory when handling the not real defects of post-stroke in neurological function, especially on psychosexual disorders. Literature search found four psychosexual disorders are common in patients both men and women, including decreased libido, decreased frequency of coitus, the barriers to achieve orgasm, and technical difficulties in sexual intercourse. Psychosexual disorders after stroke occurs due to defects of organic and psychogenic, necessitating the handling of both holistic and sustainable form of medical treatment, sexual therapy or simply by counseling and improving sexual communication. Never try to  attempt alternative sexual medicine practice who an irrational and unscientific, to solve  psychosexual disorders post-stroke.

Key Words : Psychosexual Disorder, Post-Stroke

Read more »

KesProSeks Remaja

KESEHATAN REPRODUKSI DAN SEKSUALITAS REMAJA

- Rangkuman Pustaka Dan Berbagi Informasi Essensial Pedampingan Remaja -

Masa Remaja Dan Permasalahannya

Saat ini menjadi seorang remaja adalah menyenangkan sekaligus episode kehidupan yang cukup berat untuk dilalui, yang notabene merupakan fase peralihan antara masa kanak-kanak dan dewasa. Para remaja selalu dituntut menjadi putra-putri yang baik, rajin belajar, dan ditambah lagi tugas-tugas lain yang harus dikerjakan. Di sisi lain remaja harus menjadi sosok yang gaul, mengikuti trend dan mode gaya hidup agar dapat diterima teman sebayanya. Apakah Anda yakin, rekan remaja kita sudah mampu membagi perhatian agar kedua sisi diatas dapat berjalan seimbang?.

Read more »

Semarak Hari Remaja Internasional 2011

Tidak ada kata terlambat untuk menginformasikan semarak perayaan momen ini. Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 12 Agustus 2011 Kita merayakan Hari Remaja Internasional (International Youth Day 2011 atau selanjutnya disebut dengan IYD). Mungkin sedikit orang atau secara khusus remaja Indonesia yang mengetahui perihal tersebut. Masih sangat asing terdengar di negara kita tentang IYD dibandingkan hari Ibu ataupun hari keluarga. Namun tanpa mengurangi hikmahnya, maka mari bersama menyimak tulisan singkat tentang IYD kali ini.

Read more »

YanKesTis HMKU Unud @Gumung Tenganan

Sebari istirahat siang dari kerja kantoran, dan membangkitkan semangat untuk lanjut mem-posting blog. Sedikit berbagi gambar-gambar hasil jepretan amatir dengan menggunakan Nikon SLR 3100D *tanpa sentuhan photoshop lho. Saat menjadi bagian dari tim dokter mewakili unit Program Pengabdian Kepada Masyarakat (P2M) dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan Gratis (Yankestis) yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Kedokteran Umum (HMKU) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Fisioterapi (HMF) Universitas Udayana (Unud) di Dusun Gumung Desa Tenganan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem Provinsi Bali pada hari sabtu, 06 Agustus 2011. Semoga bisa menjadi kenangan berguna.

Read more »

Berbagi Konsep Pacaran Sehat Remaja Ala KISARA

€”LOVE VERSUS SEX?!”

dr. I G.N. PRAMESEMARA, S.Ked

 Koordinator Klinik Remaja Kisara (Kisara Youth Clinic)

Bagian Andrologi Dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

FAKTA REMAJA (PENGALAMAN RELAWAN KISARA)

Sayang, kalo kamu memang cinta aku, ayo buktikan dengan ML (Making Love)!, sebuah ungkapan yang kini dianggap lumrah untuk diucapkan kalangan remaja saat ini yang mengandung sinyal untuk menunjukkan rasa cinta mereka dengan melakukan hubungan seksual (HUS) secara dini. Remaja laki-laki dengan ego seringkali memaksakan hal tersebut, tetapi dilain pihak ternyata pacar perempuannya tersudut harus membuktikan cinta dengan menyerahkan keperawanannya. Perilaku pacaran yang tidak sehat pada remaja umumnya terjadi tidak direncanakan dan memunculkan fenomena hubungan seksual pranikah (HSPN).

Menyikapi sepenggal contoh dialog pasangan remaja diatas terlihat adanya kekurang pahaman dari remaja Kita dalam mengartikan makna ”Pacaran Sehat”. Bahkan banyak remaja lainnya yang masih kabur pemahamannya tentang pengertian cinta dan seks. Kasus-kasus seperti itu bukanlah topik permasalahan remaja yang baru ataupun langka jumlahnya. Lebih dari seperempat kasus dari total jumlah konseling KISARA baik yang masuk melalui telepon, surat, email, dan tatap muka adalah kasus pacaran remaja yang berkaitan dengan aktifitas seksual dini.

Tidak sedikit konsukuensi yang harus diterima oleh remaja jika dihadapkan dengan kenyataan seperti itu terutama remaja perempuan yang hampir selalu menjadi korban. Sebagian mampu mengatasinya dengan berulang kali memberikan pengertian mendalam kepada sang pacar, walau selalu dihantui kemungkinan buruk Broken Heart (putus cinta). Namun sebagian lagi tidak kuasa hingga memenuhi keinginan pacar karena alasan klasik, seperti Saya takut diputus, Saya percaya, Saya cinta mati, Nyoba-coba, etc…..Ngombal. Pada akhirnya tergolonglah mereka kedalam kelompok remaja yang seksual aktif, karena telah melakukan HSPN, Petting, Oral Sex, Anal Sex, sampai akhirnya Bunting (Hamil) dan Ngeling (menangis dalam bahasa Bali). Lebih menyedihkan lagi bagi remaja perempuan, mereka seringkali ditinggalkan begitu saja oleh pasangan laki-lakinya justru setelah dinodai atau hamil. Inilah bukti otentik bahwa kata SETIA dan BERTANGGUNG JAWAB masih terlalu mahal harganya pada remaja Kita.

75% hubungan seksual sebelum nikah terjadi secara tdk direncanakan, tetapi krn adanya kesempatan (KISARA, 2003)

Dua dari Sepuluh Remaja Bali sudah Aktif secara Seksual (2009) 

            Pengalaman Penulis sebagai seorang relawan remaja KISARA PKBI Provinsi Bali bahwa selama satu dekade ini hal-hal berbau problema seksualitas remaja , aktifitas pacaran, dan sejenisnya mendominasi kasus konseling  sekitar 60% dari total kasusbaik berkaitan dengan aktifitas seksual ataupun tidak. Parahnya terdapat kecenderungan mereka baru akan berkonsultasi setelah melakukan aktifitas seksual secara aktif atau apabila sudah mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini dibuktikan dengan laporan Klinik Remaja Kisara (Kisara Youth Clinic) bahwa selama tahun 2009 didapatkan 630 kunjungan pasangan remaja yang datang berkonsultasi dan mengalami kehamilan tidak diinginkan (KTD).

— Remaja (10-24 thn) pertama kali HUS ; 19-24 thn (62%), 13-19 thn (37%) & 10-13 thn (1%). — Tempat HUS remaja pertama kali ; Rumah sendiri/pacar (67%), Kost (21%) & lainnya (12%). — Alasan HUS remaja pertama kali ; Sama2 suka (74%), Ingin tahu/Coba2 (11%) & lainnya (15%).(Mangku, 2003)

Read more »

Selamat Ulang Tahun KISARA (Remaja) ke-17

Hampir saja lupa….kalau Saya memiliki sebuah webblog ini….karena jarang banget sempat untuk update postingan. Beginilah kalau tergoda terus dengan jejaring sosial (facebook), kesibukan edukasi dikampus, kepedulian terhadap klinik remaja (KYC), dan aktifitas hobi lainnya, seperti bersepeda dengan Puma dan futbolsala sebagai Kasper.

Tidak terasa….dari sebuah Pelatihan Relawan Baru pada Nopember tahun 2002, Saya melihat perkembangan dan ikut serta dalam dinamika yang terjadi pada mungkin satu-satunya lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang hingga saat ini masih tetap eksis dan sangat konsen terhadap remaja (usia 10-24 tahun) khususnya di Bali, yakni Kita Sayang Remaja (Kisara) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Provinsi Bali.  

Sejak saat itu, Saya banyak mendapatkan teman (networking), pengalaman dan wawasan yang sangat berharga tentang kepedulian terhadap remaja. Dari tidak memiliki kepercayaan diri (PeDe) untuk berbicara atau berpendapat di depan khalayak umum (publik), akhirnya sekarang selintas hal itu menjadi sesuatu yang cukup mudah (tidak grogi berlebihan lagi). Kemudian paling senengnya karena banyak mendapatkan teman se-nusantara bahkan jejaring luar negeri et causa kebetulan beberapa kali berkesempatan dikirim keluar Bali untuk mengikuti pelatihan ataupun pertemuan secara gratis yang atas nama Kisara Bali tentu saja.

Sudah 17 tahun KISARA hadir di tengah-tengah masyarakat Bali dan selalu menemani teman-teman remaja dalam menjalani lika-liku dunia remaja. Di usia yang puber itu, layaknya seorang remaja yang sangat gembira menyambut momen sweet seventeen-nya, semoga Kisara semakin dewasa menghadapi tantangan remaja ke depan, sukses selalu tetap semangat untuk berkarya dan menyuarakan jargon-jargon peduli terhadap remaja.

Ketika Dulu Saya Masih Remaja (Relawan KISARA)….Hingga Melewati Masa tersebut (Staf Klinik Remaja Kisara)….Mari Kita Bersama-sama Peduli Terhadap Rekan Remaja.

Viva Remaja….Viva Kisara….No Free Sex, No Drugs, No Alcohol, Stop Smoking, And Be Yourself!

Studi Deskriptif Klinik Kisara ; Layanan Kesehatan Khusus Remaja

KLINIK REMAJA KISARA ;

LAYANAN KESEHATAN KHUSUS REMAJA

(STUDI DESKRIPTIF)

 I Gusti Ngurah Pramesemara1,2

1Staf Bagian Andrologi Dan Seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

2Koordinator Layanan Kesehatan Remaja KISARA PKBI Provinsi Bali

Email : pramareola14@ymail.com

 

Abstrak

 

Latar Belakang

Banyak remaja sudah aktif seksual secara dini dan tidak bertanggung jawab yang menempatkan remaja menghadapi berbagai resiko kesehatan reproduksi seperti KTD maupun IMS. Namun ketersediaan akses layanan kesehatan khusus remaja masih kurang di Indonesia.

Tujuan

Mendeskripsikan contoh bentuk layanan kesehatan khusus remaja sebagai akses edukasi (konseling), jasa kuratif (pengobatan), dan upaya preventif (pencegahan).

 Metode

Merangkum hasil Focus Group Discussion yang dilaksanakan KISARA, memaparkan data layanan kesehatan remaja di Bali, dan mengkaji literatur, penelitian, dan fakta terkait kesehatan reproduksi, dan seksualitas remaja.

 Hasil

Tidak adanya layanan kesehatan khusus remaja di Indonesia. Berlandaskan hasil Focus Group Discussion KISARA dengan Stake-Holder remaja di Bali yang disepakati menginginkan layanan kesehatan klinik remaja berupa pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan penyakit umum dan IMS, konseling remaja, penyediaan informasi kesehatan reproduksi dan narkoba, VCT, konsultasi berat badan ideal, serta akses kontrasepsi. Klinik remaja KISARA tahun 2008 melaporkan dalam empat bulan operasional telah melayani konseling 177 pasang remaja dengan KTD dari total 364 klien. Sebagian besar masih berstatus mahasiswa, belum menikah, dan memiliki keinginan aborsi.

 Kesimpulan

Diharapkan dapat menjadi acuan, dan advokasi untuk pendirian Klinik Remaja di Indonesia untuk mewujudkan remaja sehat dan bertanggung jawab, memenuhi tantangan era globalisasi, serta memberikan sumbangsih tercapainya Millenium Development Goals tahun 2015.

Kata kunci : remaja, layanan klinik, kesehatan reproduksi.

  Read more »

HUT III RS BaliMéd Gelar Seminar Seksualitas Pada Usia Remaja

Edit From Artikel BaliMed

Setiap tahun dalam rangka menyambut HUT-nya, RS BaliMéd rutin menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya adalah melaksanakan seminar dengan tema ”Seks pada Remaja”, Sabtu (13/11) kemarin di RS BaliMéd.

Acara yang dihadiri siswa SMP dan SMU se-Denpasar ini menghadirkan dua pembicara yaitu dr. Komang Tonika, Sp.OG. dari RS BaliMéd dan dr. IGN Pramesemara, Koordinator Klinik Remaja Kisara PKBI Provinsi Bali dan Staf Andrologi-Seksologi FK Unud. Ke-2-nya membahas tuntas mengenai seks pada remaja dan permasalahannya.

Read more »

Lembutnya Mie Ayam Cak Trisno II

Halo Kawan, Para Blogger WordPress n Surfer Internet….

Sudah lama tidak meng-update Blog ini, banyak penyebabnya sih. Yah salah satunya karena keasikan dengan social site dan seabrek beban tugas-tugas kuliah. Makanya hari ini relaksasi sejenak dan wajib hukumnya melunasi janji untuk selalu update with minimal tiga posting each month. Astungkara….

Memulai kembali dengan postingan yang ringan-ringan, membuat kategori baru tentang Kuliner Senggolan. Sesuatu yang akhir-akhir ini sering dilakukan (*sebari menemani sang masa depan) berhubung setelah menjadi abdi kesehatan masyarakat malah jarang sekali sempat makan dirumah sendiri….How I Miss My Mom’s Foods.

Read more »

Dirgahayu III – Bali Blogger Community

Sebari rehat sejenak dari kesibukan kantor dan biar berita yang hangat ini tetap masih layak naik posting. Saya ucapkan Selamat Ulang Tahun untuk Komunitas Bali Blogger (BBC) ke-3 pada tanggal 11 Nopember 2010.

Read more »

How The World Expressing Love?

“Bagaimana Dunia Mengungkapkan Cinta”

Africa = Ek het jou lief
Arab = Ana behibak (to male) ; Ana behibek (to female)
Balinese = Tresna
Chinese = Ngo oiy ney a (Cantonese) ; Wo ai ni (Mandarin)
Cannada = Naanu ninna preetisuttene
Corea = Sarang haeyo
English = I Love You
Ethiopia = Afgreki’
Filipine = Mahal kita
French = Je t’aime / Je t’adore
Georgia = Mikvarhar
Germany = Ich liebe dich
Hawai = Aloha wau ia oi
Hungary = Szeretlek
Holland = Ik hou van jou
India = Hum tumhe pyar karte hae

Indonesia = Aku Cinta Kamu

Read more »

Menyuarakan Perjuangan Melalui Tulisan

AKSI JURNALISTIK DARI PARA AKTIFIS YANG PEDULI TERHADAP AIDS

“Memory of August 3rd-5th 2006″

Lima belas orang aktifis dari berbagai lembaga peduli AIDS Bali berkumpul di Bedugul untuk mengikuti pelatihan klinik jurnalistik yang diselenggarakan pada tanggal 3–5 Agustus 2006 oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Propinsi Bali bekerjasama dengan pemerintah Australia.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.